IBX59802E20531DF Menuju Dermaga Bintang di Bukit Bintang Bandung - Catatan Abdul web id

Menuju Dermaga Bintang di Bukit Bintang Bandung

Setelah kami melakukan perjalanan dadakan menuju Caringin Tilu dalam perjalanan menuju kesana terlihat dari kejauhan ada sebuah bintang besar sekali. Tentu kami tim perjalanan dadakan sangat penasaran bintang apakah itu. Terlebih anggota tim perjalan kami, yaitu anak kami yang laki - laki meminta untuk melakukan perjalanan menuju bintang tersebut.

Setelah melakukan meeting sambil istirahat sejenak di Warung yang ada di Caringin Tilu sambil mengambil beberapa foto dan update status di medsos, akhirnya kami tim perjalanan dadakan yaitu saya, istri saya, anak laki laki saya yang baru 6 tahun dan anak perempuan saya yang baru dua tahu sepakat untuk melanjutkan perjalanan ke Dermaga Bintang di Bukti Bintang.

Perjalanan dengan menggunakan sepeda motor yang di tunggangi 4 anggota tim pun melaju.
Perjalanan dilakukan mulai tengah hari. Udara cukup sejuk meskipun matahari besinar namun kami merasa cukup sejuk, Maklum daerah kami Asam Asam Cukup Panas.


Jalanan yang kami lalui memang tidak begitu mulus namun cukup baik untuk dilalui sepeda motor. Banyak petani bawang dan kol yang kami lalui, aromas khas pun kami rasakan.

Perjalanan terus berlanjut tanpa ada gambar yang bisa kita abadikan. Tanjakan demi tanjakan kami lalui, belekon demi belokan kami liuki hingga akhirnya ada sebuah tanjakan yang bertuliskan tanjakan tajam.

Akhirnya saya memutuskan untuk membagi dua kelompok seperti saat kami melalui Tanjakan Madi pada saat menuju Caringin Tilu. Yaitu 1 tim yang diketuai saya beranggotakan anak saya yang kecil berjalan kaki dan tim ke 2 istri saya dan anak saya yang berusia 6 tahun.
Tanjakan yang kami hadapi sangat tajam, kami hawatir rem sepeda motor tidak taham saat turun nanti.
Akhirnya saya tim ke satu jalan kaki dengan menggendong sikecil dan istri saya mengendarai sepeda motor dengan anak saya yang laki - laki. Dengan asumsi jika bobot berkurang maka gaya tarik yang disebabkan gravitasi akan bekurang sehingga gigitan rem bisa lebih tahan.

Perjalanpun berlanjut, hingga akhirnya kami sampai pada sebuah pemberhentian disana ada penjaga, ada tulisan parkir bayar disini.
hehehe. Bayar parkirnya 5 rb saja.
Meskipun motornya bisa di bawa lebih tinggi lagi tapi parkirnya harus bayar di tempat tersebut.
Karena kami melihat jalan tersebut lebih nanjak lagi dan hawatir saat turun rem tidak tahan, akhirnya kamipun menitipkan sepeda motor ditempat pemberhentian.

Dan perjalanan dilanjutkan dengan full jalan kaki.
Luar biasa anak saya yang laki - laki mengajak balapan lari. Waduh permintaaan yang sangat sulit untuk dipenuhi.
Rasaya untuk melangkah saja membutuhkan tenaga ekstra apalagi harus lari.
Setelah tanjakan super nanjak meski hanya sedikit sampai pada sebuah jalan yag cukup datar. Ada warung - warung tempat istirahat dan makan.

Namun perhatikan saja didepan sana ada tanjakan lagi meski sedikit tapi lumayan.

Semua tanjakan akhirnya dilalui saat itupula langit tiba - tiba agak mendung, kami sangat hawatir jika terjadi hujan karena tidak ada persiapan menghadapi hujan. Itulah kami dalam acara perjalan dadakan.

Kami sampai pada sebuah parkiran, ditempat inilah harusnya memarkirkan sepeda motor.
Kami berhenti sejenak mengambil tenaga yang sempat lari terbirit birit karena melihat tanjakan. Minum air mineral terasa sangat menyegarkan.
Tak lupa ambil beberapa foto dengan latar khas yang hanya ada di bukit bintang



Perjalan ke Dermaga Bintang masih belum sampai hanya baru terlihat sudah dekat saja. Perjalanpun tidak mungkin tidak dilanjutkan. Kamipun melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan adalah kebun, ada tomat, kol, kentang dan lain - ain.

Setelah perjalanan yang bermula dari parkiran kami sampai pada sebuah gerbang masuk. Ternyata harus bayar lagi jika ingin menuju dermaga bintangnya.




Perorang dewasa dikenakan biaya Rp 15.000

Kamipun masuk. Dipintu masuk ada tulisan ke arah Patahan lembang, sayang saya tidak bisa kesana terlalu tidak melakukan persiapan jika harus kesana kasian anak anak.
Patahan lembang adalah sebuah tebing, bagi mereka yang menyukai wisata alam maka sangat menarik untuk dikunjungi. Jaraknya dari bukit bintang adalah 1.3 Km kalo ga salah. Full jalan kaki.

Perjalan ke dermaga bintangpun berlanjut.


Dermaga bintang
Bergaya Dulu Nih......

Menikmati Kesejukan Bukit Bitang Dulu
Bukit Bintang Bandung
Berjalan Menuju Dermaga Bintang

Bukit Bintang Bandung
Berjalan Menuju Dermaga Bintang
Ceklek Dulu Di Area Bukit Bintang



Itulah perjalanan kami menuju bukit bintang........
Capek tapi rame, rame tapi cape......
Bikin penasaran sajah....

Jika anda ingin menuju Dermaga Bintang di Bukit Bintag ini ada bisa melalui Jalan Padasuka terus melaju ke jaan terusa pada suka. Atau anda melalui jalan kapung ciharalang seperti halnya menuju caringin tilu.

Kisah selanjutnya apakah menuruni bukit bintang dengan menggunakan sepeda motor matik sampai kembali ke kampung ciharalang lebih mudah daripada menaikinya?
Tunggu saja kisah selanjutnya ya....... Luarbiasa remnya itu lohhhhhhhh....

Subscribe to receive free email updates:

29 Responses to "Menuju Dermaga Bintang di Bukit Bintang Bandung"

  1. Wah ini bisa jadi sekuel trip nih. Jalan terus!
    Anaknya lucu-lucu mas. Jadi pengen punya anak juga ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanya cara nya sama mang admin kalo masalah itu mah :D

      Hapus
    2. udah nikah belum mas. nikah dulu nanti dikasih tau resepnya :D

      Hapus
    3. boro2 nikah
      lawong diatas itu pada jomblo tragis jeh

      Hapus
    4. klo gitu kudu di nikahin aja mas yan. :d

      Hapus
  2. salah satunya dapat menghilangkan beban rasanya kalo bareng keluarga, indah nya bukit bintang nya mang, dkat sama rumah mang adul itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan deket mas dari rumah orang tua di bandung.
      pokonya kalo bareng keluarga pada sehat. subhanalloh

      Hapus
    2. saya ngeliat aja jg ikut seneng

      Hapus
    3. nah kalo mas yanto percaya dah udah ngalamin juga kan

      Hapus
  3. Wah jadi pengen kesana juga, menikmati suasanya area dermaga Bintang, pasti seru kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan mas. lebih seru kalao malam hari mas. besoknya libur. wah membludak orang - orang mas

      Hapus
    2. malem minggu nih berarti waktu yg pas ya mas

      Hapus
    3. betul banget malming ini pas banget itu mas

      Hapus
  4. wah kayaknya anak2 seneng banget tuh mas menikmati perjalanannya

    lelahpun terbayar tuntas

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas yan senang banget anak - anak dan saya juga istri juga

      Hapus
  5. Beda ya....putrinya Mangs Abdul yg baju biru garis2....imuuuuttt banget, bikin gemes dech...lha buapaknya mbulet hehehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. bpknya dulu lucu juga mas. hahahha

      Hapus
  6. Benar-benar melelahkan. Sepertinya kasihan anak-anak jika menuju dermaga Bintang. Parkir disini dan bayar disini, disananya kena ongkos tiket masuk lagi. Sungguh luar biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia juga sih mas lumayan mahal tapi terbayar mas setelah melihat keindahannya. wahhh pokonya manteps

      Hapus
  7. Jalan jalan terus nih mang abdul mentang mentang liburan tapi keren bukitnya.Itu ada pegninapannya nggak ya kayaknya enak tuh kalau bermalam disana

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah untuk penginapan alam bebas mas. bawa kemah aja

      Hapus
  8. Kapan ya bisa kesini? Hutannya kelihatannya masih hijau2 gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hutannya masih hutan aslli mas. hutan pinus aromanya juga masih seger

      Hapus
  9. Tempatnya kyk dingin dan sejuk ya,

    Jdi pngen ke bandung malah

    Back gan. Y u k g a s dot id

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan mas kebandung pokonya ga nyesel mas. jgn lupa mampir ya

      Hapus
  10. Wah disana pasti sejuk dan cocok buat refreshing...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu mas sejuk di atas bukitnya di bawah pohon pinus

      Hapus
  11. wah senengnya mang abdul, bisa berlibur dengan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas seneng. Jika bareng keluarga itu apalagi pada seneng. ikut seneng juga mas

      Hapus