Ini loh Alasan Kenapa Bahasa Di Dunia Ini Banyak Banget

Mungkin kita sudah pada tahu jika didunia ini banyak banget bahasa. Jangankan didunia di Indonesia saja banyak banget bahasa daerah. Ada bahasa Sunda, Jawa, Batak, Banjar, Madura, Bali, Dayak dan buaanyak lagi yang lainnya.

Setelah melakukan sedikit riset (eh riset pengamatan dikit aja kali). Usut demi usut dari perkembangan cara berkomunikasi pada saat ini, baik media sosial internet atapun obrolan hangat kala pagi hari ternyata saya menemukan sesuatu yang sangat luar biasa, yaitu alasan kenapa bahasa itu banyak sekali didunia ini dan mungkin akan terus bertambah menjadi bahasa baru pada saatnya nanti atau mungkin akan ada bahasa yang hilang seperti halnya bahasa sangsakerta zaman dulu.

Mengapa bisa terjadi demikian, berikut apa yang saya temukan.

1. Adanya Singkatan

Yup singkatan ternyata bisa merubah bahasa.
Contoh jika saat ini ketika kita berkata OTW tentu saja maksudnya singkatan dari On The Way yang berarti masih dijalan.
Namun jika hal ini terus berlanjut hingga beberapa generasi misalkan 7 generasi bisa jadi OTW menjadi kosa kata baru yang maksudnya sama.
Atau baru - baru ini ada kata "Mantul" yang ternyata singkatan. Artinya bisa Mantap betul, mantu tulus dan lain - lain. Jika ternyata terjadi kesamaan persepsi dengan arti kata mantul yang baru bisa jadi generasi berikutnya membuat kata baru yaitu "mantul" menjadi arti yang lainnya.

2. Adanya Cara Ngomong Yang Tidak Jelas

Ngomong tidak jelas seperti kumur - kumur bukan tidak mungkin menjadi cara pelapalan kata metode baru.
Bukankah kita tahu jika bahasa belanda susah sekali pelapalannya. Siapa tau awalnya karena ngomong yang tidak jelas.
Kan bisa jadi mengucapkan OTW sambil kumur - kumur. Maka akan terbentuk bahasa dan cara pengucapan baru. Akan terdengar baru bukan. Silahkan saja coba.

Jika itu berlanjut dan ditangkap oleh generasi selenjutnya secara berkesinambungan maka jadilah bahasa baru. Bahasa lama tentu akan ditinggkal karena akan dianggap tidak keren.

Atau misalkan pas anda ditelepon sedang dijalan anda bilang OTW padahal anda sedang muntah karena mabuk kendaraan. Pasti suaranya lain. :D
Jika setiap ditelepon seperti itu pasti akan terbentuk kosakata lama dan pelapalan kata baru.

3. Anggapan Gaya

Ternyata sebagian orang merasa beda dari kebanyakan orang itu adalah hebat, gaya, keren. Termmasuk dalam berbicara.
Jadi kalo dia ngomongnya beda baik degan singkatan atau pelapalan baru dia merasa bangga merasa gaya merasa keren.
Masih ingat mungkin dengan penulisan kata yang digabung dengan hurup semisal Putr4 ( putra) atau 5u5u ( susu). Bisa jadi pembacaannyapun jadi "lima u lima u" yang maksudnya susu.
Sebagian menganggap itu keren.

Mungkin pada akhirnya akan terlihat geli tapi sebagian kecil akan tetap menganggap keren. Dan mereka akan terisolir atau mengasingkan diri bersama komunitasnya sehingga dalam waktu yang panjang terbentuklah peradaban dengan bahasa dan pelapalan baru. Hahahahahah.....
Ngarang....

Tapi itu mungkin bisa jadi. Simak ilustrasi ini.

Suatu komunitas ngomong gaul dan tidak jelas kemudian mereka berlibur kepulau terpencil mengunakan sebuah kapal pesiar. Dipulau terpencil tersebut ternyata mereka tidak bisa pulang karena kapalnya karam disapu sunami akibat gempa gunung berapi.
Mereka kemudian hidup dan berkembang dengan cara mereka. Dan seratus tahun lagi pasti bahasanya sudah beda dengan nenek ketujuhnya.

Nah itulah 3 alasan kenapa bahasa didunia ini banyak banget.
Jadi awalnya manusia suka berpetualang dangan gayanya masing - masing dan berkelompok kelompok sehingga kelompok satu dan yang lainnya menjadi berbeda - beda bahasa.

Sekian ah jangan terlalu serius......

21 Comments

  1. Buat kita saling mengenal satu sama lain dan mau belajar ya mang. Coba kalo bahasa di dunia sama semua, orang gak akan belajar bahasa baru. MANTUL... mantan betul

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul juga itulah hikmah berbeda bahasa dan suku

      Hapus
  2. Bahkan setelah saya membaca artikel blog ini saya menemukan kosakata baru mang yaitu pelapalan hehehee.. mungkin sambil kumur-kumur gitu ya mang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia bahasa baru kamus catatanabdul

      Hapus
  3. Anggapan gaya itu yang pening dikepala saya, maklum tidak bisa mengikuti bahasa gaul anak jaman sekarang. Dibolak-balik atau dipersingkat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi sebagian mungkin pening bagia sebagain keren mas.

      Hapus
  4. Karena anak jaman now yang suka bikin bahasa baru, anak kecil yang denger kan jadi ikutan ya.
    Eh, "jaman now" juga bahasa baru ya....
    Wkwk😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener itu baru. tinggal nunggu DPR sahkan jadi kosa kata baru di kbbi

      Hapus
  5. sabrodo teuing bahasa banyak ge...emang gue pikirin...ujar mang wowo sambil joget joget ngga jelaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. lama saya g Update sabulan mang. politik wae mamamg mah lieur ahh

      Hapus
  6. pabaliyut atuh mang yang penting bisa nulis wae aku mah

    BalasHapus
  7. Bahasa gaul juga termasuk ya mang.. ? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. masuk.. itu lama lama jadi bahasa resmi juga bagi komunitas tertentu

      Hapus
  8. aku rapaham bahasa tetanggaku
    padahal cuma beberapa meter je hehe

    BalasHapus
  9. Ahhahaha setuju sekali ini mah. Dulu waktu saya SMA ada genk kakak kelas yang anggotanya cuma lima cewek yang punya bahasa sendiri. Jadi, mereka mengubah semua kata sehari-hari dengan kata khas mereka tapi memang betul-betul aneh itu bahasanya :D Kalau kita kan biasanya mantap jadi mantotep, atau betul jadi betotel kan. Nah, mereka itu aneh banget saya dengernya. Itu bahasa rahasia mereka katanya biar kalau gosipin orang nggak ada yang nyadar :D ha ha ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kalo 5 orang itu terpencil di hutan 100 tahun lagi pasti jadi penduduk baru dgn bahasa baru.. hahahaha

      Hapus
  10. Bahasa anak jaman sekarang kadang aneh-aneh, entahlah di masa depan apa bahasa akan semakin banyak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi makin banyak atau menjadi satu bahasa baru yang disepakati bersama

      Hapus
  11. Hahahaaa iya iya, selama ini aku juga sering banget mikirin hal ini, tapi ya gitu...

    ;)

    BalasHapus