Harus Hemat Atau Boros?

Mungkin jika pertanyaan harus hemat atau boros di lontarkan kepada orang tua zaman dulu jawabannya harus hemat.

Namun benarkah pertanyaan tersebut masih relevan saat ini?

Mari sesikit menelisik serba serbi kehidupan saat ini.

Seringkah kita mendengar orang promosi barang kebutuhan primer seperti beras,  garam, gula?

Sepertinya ada tapi jarang banget.

Lalu apakah sering saat ini kita mendengar promosi kebutuhan tambahan seperti handphone,  mobil,  apartemen,  tempat luburan,  tempat menginap?

Saya yakin dengan berbagai bentuk iklannya pasti sering benget melihat,  mendengar,  membacanya.

Contoh orang upload sedang liburan, orang upload pake hape apa, orang upload sedang nginep dimana.  Senua itu adalah iklan.  sengaja ataupun tidak.

Dengan adanya hal hal seperti itu kita akan jadi penasaran dan kemudian tertarik dan kemudian melakukannya juga.
Pemasaran dan lakukan.

Dengan pola yang dipelihara seperti itu tentu saja sangat sulit untuk hemat,  maka jalan satu satunya hanya satu kumpulkan uang untuk meniru.

Jadi tidak ada lagi istilah hemat pangakal kaya tapi tabung buat memenuhi keinginan saja, untuk di boros boroskan saja.

Kenapa semua tetap berjalan seperti itu kerana alasan ekonomi pembangunan.

Aturan gini pembangunan akan berjalan ketika masyarakat mau mengeluarkan uangnya. Ketika masyarakat tidak punya uang maka cari dengan cara bekerja dan ketika dapat uang belanjakan semua atau simpan di bank,  karena uang di bank selalu berputar sehingga pembanguna akan terus berjalan. Atau ada yg lebih mempercepat jika belum ada uang boleh ko kredit.

Dengan demikian pembangunan akan cepat namun belum tentu tepat.

Dengan pembangunan yang cepat tersebut tentu saja akan ada efek sampingnya seperti penelitian sebelum dan sesudah revolusi industri. hahaha...   Maka benarlah bahwa yang akan terjadi kerusakan didarat laut akibat tangan manusia.

Jadi hemat bukan salah justru Hemat lah karen dengan hemat akan menunda kerusakan yang akan terjadi.

#ngalamun

2 Comments

  1. Yah saya memilih hemat, Kak Abdul :p kalau tidak hemat bisa bahaya akhir bulan itu hahah *OOT*.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia betul harus hemat, tapi itu dia tapi suasana sekarang mendidik untuk boros. liat saja iklan kredit murah, liburan nyicil dan lain - lain. paling ga tiap bulan pengeluaran udah jelas pengehasilan yang ga jelas.
      Makanya pendidikan kaya itu tuh pendidikan boros

      Hapus