Apakah Mungkin Hasil Suatu Survey Bisa Di Atur?

Tahun ini dan tahun depan merupakan tahun yang sangat spesial karena orang mengatakan akan ada pesta demokrasi yang sangat besar lebih tepatnya tahun depan akan ada pemilihan kepala negara negeri tercinta Indonesia ini.

Seperti kita ketahui bersama berbagai macam survey bermunculan. Mulai survey calon kepala negara yang paling mungkin menjadi presiden sampai membandingkan satu calon dengan calon yang lainnya.

Namun tidak jarang kita menemukan hasil survey yang bersuliweran dimedia sosial yang justru bertolak belakang antara survey yang satu dengan survey yang lainnya. Tergantung oleh banyak faktor.

Dari keadaan tersebut kemudian saya berfikir Apakah Mungkin Hasil Suatu Survey Bisa Di Atur?


Silahkan simak tulisan saya dibawah ini.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa suatu survey tentu saja tidaklah dilakukan kepada semua populasi atau semua masyarakat melainkan kepada sebagian masyarakat yang mau mengikuti survey artinya akan ada hasil yang berbeda antara hasil survey dan hasil pada kenyataanya. Entah itu besar atapun kecil. Dalam dunia penelitian beda hasil asli dengan hasil penelitian atau dalam hal ini survey sering disebut margin Eror atau tingkat kesalahan analisa.

Melihat hal yang pertama ini, maka wajar saja jika hasil survey yang satu dengan survey yang lainnya bisa berbeda tinggal kita perhatikan hal penting dari penelitian itu adalah margin Eror.

Begini pentingnya margin Eror.
Sebagai contoh suatu survey mengatakan bahwa kepopuleran saya admin webblog ini dengan nama Abdul Rozak 46.7 % dengan margin eror 5 % dan kepopuleran nama saya sebagai Mang Abdul adalah 48.8 % dengan margin eror 5 %.

Kesimpulan dari survey tersebut tidak bisa dikatakan nama Mang Abdul lebih populer daripada nama Abdul Rozak karena margin eror 5% artinya perbedaan yang ada masih dalam batas kesalahan pengukuran. Sehingga kesimpulan yang bisa di tarik dari hasil survey adalah nama Mang Abdul dan  nama Abdul Rozak sama - sama populer dengan tingkat kepopuleran ............. silahkan baca di atas.

Hal Kedua yang PENTING untuk diperhatikana adalah BAGAIMANA SAMPLING ITU DILAKUKAN.

Sengaja saya berikan huruf besar karena dari sinilah saya sendiri menyimpulkan bahwa ternyata hasil suatu survey itu mungkin bisa di Atur.

Loh bagaimana caranya?

Berikut coba saya keluarkan isi kepala saya.

Jika kita gunakan kasus kepopuleran nama di atas nama Abdul Rozak dan Mang Abdul bisa saja didapatkan hasil yang sangat mencolok.

Misalkan lembaga survey satu mengatakan keterpopuleran nama Abdul Rozak adalah 80 % dan nama Mang Abdul 20 %.

Lembaga survey dua mengatakan keterpopuleran nama Abdul Rozak adalah 20 % dan nama Mang Abdul 80 %.

Apakah hasil seperti ini bisa terjadi?

Sangat bisa terjadi.

Kenapa demikian?

Perlu anda semua ketahui Abdul Rozak ataupun Mang Abdul adalah saya sendiri dan tentu saja sebagian orang mengenal saya dengan salah satu namanya dan sebagian lagi mengenal saya dengan nama yang satunya lagi. Dan tentu saja akan lebih sedikit yang mengetahui jika saya memiliki kedua nama tersebut.

Dalam dunia bloging saya lebih terkenal dengan sebutan Mang Abdul sedangkan dalam dunia nyata saya lebih dikenal dengan nama saya Abdul Rozak dan tentu saja teman dekat saya mengetahui kedua nama tersebut adalah nama saya.

Sudah mulai paham belum?

Maksud saya adalah kenapa kemudian hasil suatu survey itu mungkin bisa diatur hasilnya adalah seperti ini.

Andaikan saya ingin mendapatkan hasil keterpopuleran nama Mang Abdul Lebih besar maka saya cukup ambil sample di dunia bloging saja. Karena mereka mengenal saya sebagai Mang Abdul. Betul.

Dan sebaliknya jika saya menginginkan nilai keterpopuleran nama saya Abdul Rozak lebih besar dari Mangs Abdul maka yang harus saya lakukan adalah sampling saja di dunia nyata.

Beres kan.

Dengan demikian saya bisa mengatur hasil survey lembaga manapun. Mau yang mana yang lebih besar hasilnya atur saja seperti itu.

Tenang tulisan saya masih agak panjang jadi terus fokus.

Lalu bagaimana kaitannya dengan tingkat keterpilihan misal calon kepala negara atau calon terpilih apakah bisa di atur.

Jika mengikuti polapikir yang saya buat tadi, maka sangat bisa dan sangat sangat bisa.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah basis pendukung.
Hal ini sangat mudah diketahui. Yang namanya masyarakat sekarang kan sangat terbuka saya mendukung si anu saya mendukung si anu.
Atau dia adalah dukungan partai anu dan dia adalah dukungan partai anu. Secara statistik bisa di buat seperti gambar berikut  setiap warna mewakili salah satu

Jika hal pertama ini sudah dipegang sangat mudah sekali dipermainkan hasilnya.
Apakah itu akan ketahuan curang dari audit data?
Tentu tidak mudah, karena tidak ngarang. Hanya saja kredibilitas lembaga survey terancam.

Jika hal pertama ini sudah didapat dan pasti sangat mudah didapat karena seperti kita ketahui basis pendukung atau wilayah pendukung itu  sepertinya mudah dipetakan seperti gambar di atas.

Ilustrasi lain.

Sering kita mendengar jika warga jakarta itu pasti kebanyakan mendukung persija dan kebanyakan warga bandung pasti mendukung persib.

Jika ditanyakan "klub sepak bola mana yang paling di sayangi"
Jika hasilnya mau persija ya sampling aja di jakarta dan sebaliknya jika mau memang persib sampling saja di bandung. Terlalu banget sih kalo begitu. Tapi biar jelas maksud saya.

Begitupun pendukung paslon, nampaknya sudah bisa dipetakan seperti itu

Selanjutnya jika sudah mengetahui hal pertama ini, tentu akan sangat mudah sekali untuk membuat  calon yang mana yang akan dibuat menang dan calon mana yang akan dibuat kalah dengan adanya suatu survey.

Jika mau memenangkan salah satu calon cukup sampling atau ambil data di basis pendukungnya saja. Biar tidak terlalu terlihat ambil saja 40:50 antara basis penolak dan basis pendukung. heheeh. Biar lebih mentep bilang saja margin eror 10 %.
Jika nanti hasil akhirnya bertolak belakang dengan kenyataanya, bisa berkilah margin eror 10 %.

Hal kedua dan merupakan akhir alinea dari tulisan saya ini bukan berarti hasil survey itu dilakukan seperti itu. Hanya saja kita tidak boleh memfinalisasi suatu hasil berdasarkan survey dan jangan sampai juga lembaga asli penghitung poling yang syah terpengaruh oleh hasil survey.
Jika hasilnya memang beda antar survey dan hasil cacah asli ya sudah hasil cacah aslilah yang paling tepat.

Mari kita bersama - sama berlaku cerdar jujur dan adil dan sesuai hati nurani. Sudah saatnya kita semua maju.

Merdeka !!!!
. .

Subscribe to receive free email updates:

8 Responses to "Apakah Mungkin Hasil Suatu Survey Bisa Di Atur?"

  1. Kadang tidak terlalu perduli dengan hasil survei mang, mau yang itu gede, mau yang ini kecil, gak begitu perduli...
    karena kadang hasil survei itu suka ada yang ngarang2, apalagi dalam politik apa aja bakal dilakukan, yang penting bisa menang... hahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia mas hasil survey itu mungkin ada saja yang betul tapi kebanyakan menurut sayamah abal abal.
      hasil bisa d atur entah itu dgn cara manual di ganti angkanya atau dengan cara yg saya jelaskan d atas

      Hapus
  2. Kalau bicara survay, ya itu tergantung siapa yang bayar dan siapa yang pesan. dengan alasan margin erornya diatas 5 biar lebih aman jika nanti hasilnya salah atau sebaliknya.
    Djangakaru Bumi dan DjB, sama-sama tenar karena itu memang nama dan panggilan saya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya itu mas hasil survey yg g jelas gitu kadang jadi sumber untuk bahan bicara. padahal semuanya masih ga jelas dan yg paling parahbyg saya takutkan itu penghitungan sebenarnya terpengaruh dr hasil hitung cepat

      Hapus
  3. Mang abdul nyalon aja mas..nanti saya orang paling pertama yang dukung,,nggak perlu survay segala..hee

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkw
      saya udah nyalon mas. yalon jadi blogeer sukses. aamiin pilih ya :D

      Hapus
    2. Amiiin ..., ikut kudoakan mang Abdul jadi blogger sukses.

      Terus semangat, mang ...

      Hapus
    3. aamiin. terimaksih doanya

      Hapus