Sering kita mendengar dipojok percakapan dunia persilatan kehidupan ini sebuah kata yang sangat pahlawan sekali "ya kita berbuat baik padanya karena dia juga baik kepada saya"
Pertanyaanya adalah jika kita berbuat baik atas dasar karena balasan berbuat baik keorang lain tersebut, lalu kebaikan yang mana yang bisa kita gunakan untuk diminta upahnya pada Alloh.
Alloh aku sudah berbuat baik pada sipulan ini, ini, ini dan ini dan ini.
Mungkin kata Alloh akan di balas
Bukankah apa yang kamu lakukan hanya untuk membayar hutang kebaikan sebelumnya. bahkan kalo di hitung masih kurang itu.
Lalu mana yang bisa kita jadikan tagihan kepada Alloh atas kebaikan - kebaikan kita.
Alloh aku sudah berbuat baik pada si pulan ini, ini dan ini. Sementara sifulan malah menyakitiku. Alloh mohon ganti dengan yang lebih baik.
Kapan kita bisa menagih seperti itu pada Alloh. Meskipun kita tahu kebaikan Alloh tidak terhingga pada kita setiap saatnya, dalam hal ini kitanyalah yang kurang besyukur. Tapi paling tidak ada kebaikan yang dilakukan inisiatif tidak menunggu orang berbuat baik duluan pada kita baru kita berbuat baik padanya tapi kita lakukan itu karena Alloh. Mangkin kita masih enak menagihnya ke Alloh. Lah ini kebaikan yang akan dilakukan aja nunggu orang berbuat baik gimana nagihnya. Yang ada kita banyak hutang kebaikan.
Kisah zaman dulupun ada yang senapas. Ketika beberapa sahabat terkurung dalam gua. Ia mengatakan saya berbuat ini dan itu karena-Mu ya Alloh maka beri jalan keluar. Akhirnya terbukan sedikit sampai satu persatu sahabat yang lainnya berkata demikian uga hingga kahirnya terbuka.
Lah ini kalo seandainya sahabat yang dalam gua tersebut berbuat baiknya karena balas kebaikan orang lain. Gimana nagihnya sama Alloh.
Kadang kita selalu berfikir berbuat baik penuh rasa takut. Takut tidak dihargai, takut disepelkan, takut malah dihina, dicemooh, takut kurang dan lain - lain sehingga banyak kebaikan yang bisa dilakukan akhirnya tidak dilakukan. Dasar syetan sempurna banget menyesatka manusia. Padahal bisa jadi itu adalah kebaikan Alloh supaya nilainya berlipat ganda. Biar kita enak nagihnya sama Alloh.
Tapi memang dasar syetan selalu mengganggu dari awal niat itu ada atau terbersit dalam hati. Jikapun sampai terlaksana ternyata syetan-pun bisa sangat sabar untuk melunturkan kebaikan yang sudah dilakukan hingga habis total nilai kebaikan itu. Bisa dengan riya merasa bangga dengan perbuatan baiknya yang sudah dilakukan ata bisa bisa juga akhirnya dengan menyakiti orang yang dibantu. Dan tentu saja masih banyak lagi caranya syetan selama kita masih bernyawa.
Syetan memang pernah bilang ada orang yang tidak bisa diganggu olehnya sedikitpun. Bukan karena tingginya pendidikan, bukan karena tingginya jabatan, bukan karena banyaknya harta, tahta dan saham. Apapun dia sebagai apapun dia cukup dia adalah orang muhlis orang yang iklas dalam berbuat dalam beramal kebaikannya.
(Sungguh adilnya Alloh kebaikan tidak dilihat kita sebagai apa tapi bagaimana melakukannya menjalaninya. Sehingga siapapun memiliki kesempatan yang sama.)
Mudah - mudahan semua mendapatkan ampunan dari Alloh. Karena kalo diingat-ingat kebaikan apa ya yang bisa jadi andalan. Astagfirulloh. Ampuni ya Alloh.
Mudahan jadi motivasi untuk selalu berbuat kebaikan iklas karena Alloh. Ingsa Alloh.
by muhasbah...........

Posting Komentar untuk "Lalu Jika Perbuatan Baik Kita Itu Atas Dasar Bayar Kebaikan Orang Lain........"