Terkadang hidup ini lurus, terkadang bengkok, terkadang muter - muter. Pokonya hidup ini selalu berubah kata orang bijakmah hidup itu berputar kadang di atas kadang di bawah.
Emmmm.....

Berkaitan dengan hidup ini yang terkadang ada masalah, ada sedih, ada galau dan gundah, ada juga senang bahagia dan lain - lain. Berkaitan dengan semua itu ada sebuah kisah fiksi diskusi kecil yang cukup menarik yang mungkin bisa bermanfaat untuk kita semuanya. 

Diskusi ini merupakan diskusi kecil antara si Adul dan si Luda. Si Luda punya masalah yang katanya berat banget dijalani.
Semua perkara terlihat sempit dan hampir saja si Luda bunuh diri karena masalahnya. Untung saja ketemu sama Si Adul.


Luda :"Tuhaaannnnn kenapa dia lakukan aku seperti ini, kenapa dia pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas. hik..hik..hik...
Tanpa kabar, tanpa sepatah dua patah kata yang terucap darinya kepadaku.
Teganya dia Tuhannnn."
Si Luda menangis meraung - raung tiga hari tiga malam sampai semua tetangga berdatangan dan menanyakan kondisinya. Tapi si Luda tak menghiraukan apapun kecuali nangis sejadi sajinya sambil mengutuk si dia yang menurutnya sudah menyakitinya, dan banyak sekali memanggil nama Tuhan dan banyak juga hujatan dan permintaan.

Luda :" Tuhaaaan teganya, teganya, teganya.......dia padaku. Periihhhhhhhh rasanya ati ini tuhan.hik..hik..hik...
Tuhannnnn teganya Engkau"

Tiga hari tiga malam terus saja seperti itu hingga semua orang hawatir dengan kondisiny.

Disaat semuanya sudah hawatir tingkat dewa, tiba - tiba datanglah seorang yang biasa saja tapi tampak kelem rambut belah tengah tentu saja seorang laki - laki. Menggunakan kemeja warna krem celana katun warna hitam dan sandal gunung yang banyak talinya itu. Menurut masyrakat disana nama dia adalah Adul, seorang yang terkenal kalem, lembut, penyayang, penyabar, ramah, pokonya terkenal dengan segala kebaikannya.
Dia berjalan medekati pintu rumah si Luda kemudian dia mengetuk pintunya dan mengucapkan salam.

Adul : " Assalamualaikuuum" 

Ucapan salam dari Adul di depan pintu rumah di Luda.
Tak sedikitpun Luda Menjawab kecuali meraung - raung menangis sambil mengutuk sidia yang menyakitinya dan memohon kepada Tuhan yang maha Esa agar diberi gantinya.

 " Baiklah jika tida meu menjawab tidak mengapa, aku yakin kamu pasti mendengar ucapanku dari dalam. Aku hanya ingin sedikit berkisah kepadamu wahai Luda." Ucap Adul dari dekat pintu

"Begini Luda, dalam 3 hari 3 malam ini kita sama - sama tahu bahwa engkau begitu banyaknya memanggil nama Tuhan. Tak bisa ku hitung sudah berapa banyak kau ucapkan. Tahukah engkau Luda seharusnya engkau bersyukur." Adul berbicara...

"Apa kau bilang dul?" Tiba - tiba Luda menyahut dari dalam.
"Kau bilang aku harus bersyukur?" Luda menyahuti dari dalam dengan nada tinggi. Adul diam tak menyahuti sambil menunggu kata - kata berikutnya yang keluar dari mulut Luda.

Tiba - tiba  bukan kata - kata yang keluar tapi gebrakan pintu. Brakkkkk!!!!!!

Kemudian pintu terbuka dari dalam dan tampaklah Luda bediri penuh amarah didepan pintu. Muka Luda dan Adul hanya berjarak dua jari saja.

Mata melotot Luda tajam menuju Adul.

Apa kamu bilang tadi dul?!!!!! Bentak Luda kepada Adul
Bersyukur ? Bentak luda lagi

Adul tetap tenang tak gentar sedikitpun. Kemudian dia berkata dengan penuh ketenagan yang justru menggentarkan semua berkumpul termasuk Luda.

"Betul." Jawab adul dengan tenang.

"Apa?! Jadi kamu senang dengan kesedihan aku, kamu bahagia dengan kesedihan aku?". Omel Luda pada Adul.

"Tidak" Jawab adul dengan tenang.

"Lalu kenapa kamu bilang aku harus bersyukur .?" Tanya Luda dengan nada tinggi tapi sudah sedikit turun.

"Tenang Luda, boleh aku masuk dan berbicara didalam sambil duduk." Adul mencoba menenangkan dan Ludapun melunak.

"Baiklah ayo masuk ." Jawab uda sudah agak tenang.

Merekapun duduk dan tampak warga sekitar 2 atau 3 orang ikut masuk juga membawah sebuah bungkusan yang ternyata makanan. Maklum warga kampung si Adul begitu baik.
Makananpun menjadi teman ngobrol mereka didalam sementara warga yang lainnya menunggu diluar dan sebagian lagi pulang kerumah masing - masing.

"Luda kita semua tahu bahwa engkau ditinggalkan oleh kekasihmu tanpa sedikit kata dan ucapan perpisahan. Namun disisi lain aku melihat kamu berdzikir setiap menit dengan khususnya sampai bercucur air mata. Tidakkah kamu ingat bahwa ini adalah pertama kali ucapanmu yang begitu dahsyat. Sampai - sampai semua orang kampung berkumpul."
Adul mencoba mengajak bicara Luda dengan penuh keramahan dan ketenangan.

"Pernahkah kamu melakukan ini sebelumnya?" Tanya Adul
"Tidak". Jawab Luda

"Jika tidak pernah dilakukan sebelumnya bersyukurlah karena dengan demikian kamu menjadi yang paling baik dalam memanggil nama Tuhan." Kata Adul

"Tapi dia dul, dia pergi seenaknya begitu saja dul." Jawab Luda

"Betul, tapi dengan demikian kamu menjadi yang terbaik pada sisi lainnya, yaitu berdzikir dengan khusunya, sampai mengucurkan air mata yang tak pernah kamu lakukan sebelumnya." Jawab Adul

"Alloh sedang mengundangmu Lud untuk bersama bermesraan dalam ucapan - ucapanmu.." Tambah Adul

"Itulah bukti jika Alloh masih sayang dengan mu Lud, supaya engkau kembali kepadaNya, mengingatnya dan Meminta sesuatu apapun itu kepadaNya.
Dalam tangisanmu beberapa hari ini kau tak henti - hentinya bertiak Tuhaannnnn teganya dia, teganya Engkau.

Sekarang saatnyalah kamu meminta sesuatu padanya yang lebih baik dari dia atau kembalikan dia. Lakukanlah." Tambah Adul

Kemudian Ludapun berdoa dengan bercucur air mata. Kemdian selesailah berdoanya.

Adulpu bertanya kembali " Khusuan mana berdoa ketika ada masalah atau ketika biasa?
Luda menjawab:" Ketika begini ( ada masalah)"
Adul : " Perbanyaklah doanya, semaumu. Alloh lagi kangen"

Sekian kisahnya......

Jadi intinya adalah masalah adalah untuk membuat kita sadar dan membuat kita makin hebat dan bukti bahwa Alloh masih sayang dan menyuruh untuk segera mendekat padaNya. Jadi dekatilah dan mintalah.

Sekian tulisan kali ini.....

Semoga bermanfaat.

17 Comments

  1. pelajaran yg diambil, semuanya ada hikmahnya, tetap bersyukur apapun yang terjadi,, belajar ikhlas, sisanya mungkin mang lembu mau nambahin

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas intinya kita harus pandai mengambil hikmahnya

      Hapus
  2. kenapa nama tokohnya Adul ya, Tanda tanya...mirip penulisnya soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya begitu, Adul = abdul, bisa juga typo wkwkwk

      Hapus
    2. biar tidak ada yg tersinggung mas. hahaa

      Hapus
    3. kan adul dibalikin jadi luda mas.

      Hapus
    4. fixi aja sih mas, abis dengar ceramah ada ide nulis.

      Hapus
  3. ada bakat jadi penulis novel, skenario atau drama

    BalasHapus
  4. Kutipan penutupnya itu loh, Allah lagi kangen...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia itu mas evaluasi barang kali kita udah jauh dari Nya

      Hapus
  5. Semua pasti ada hikmhahnya, termasuk ketika ditinggalkan oleh orang yang dicintai hiks hiks hiks...Positifnya, kita jadi lebih dekat dengan Tuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas untuk mengutaan diri. itulah hiklamhnya dan yang terpenting bisa bangkit lebih baik lagi.
      Jika kta baca kisah orang sukses sepertinya selalu melewati masa pahit, masa ujian, masa hampir putus asa. Mungkin Karena dari pahit itulah jadi obat yang paling jos mendongkrak kesuksesan.
      Jadi jika ujian kesulitan sedang datang yakinlah kemudahn adalah jalan berikutnya.

      Hapus
  6. harus selalu bersyukur yaa terhadap apa yg terjadi. percaya, bahwa tuhan pasti punya rencana yang lebih baik.

    luda nih siapa nya mas abdul? #eh #ganyambungyaa :D

    BalasHapus
  7. Artinya, there is always a brightside ya Mang Abdul. Dari setiap perkara yang dititipkan Tuhan pada kita, selalu ada sisi baiknya. Terima kasih untuk pos inspiratif ini, Mang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia itulah hikmah. dan yang mendapatkannyalah yang beruntung

      Hapus