Catatan Penyakit Covid 19 di 2020

Entahlah kali ini saya ingin membuat sebuah tulisan tentang covid 19 yang mungkin bisa jadi pengingat buat saya dan juga orang yang mungkin singgah ke blog ini pada masa mendatang.

Covid 19 yang ditelinga saya mulai heboh di awal tahun 2020 dengan sebutan corona yang ternyata pada akhirnya saya tahu ternyata corona itu masih nama umum untuk virus yang memiliki mahkota atau kalo saya boleh bilang buluan virusnya. :D. Dan ternyata sebelumnya juga sudah terkenal, seperti flu burung, flu babi, mers dan lain lain semua itu jenis virus corona.

Kali ini covid 19 ternyata lebih luarbiasa dari corona sebelumnya. Virus yang mulai viral berawal dari China tepatnya dari Wuhan hanya dalam hitungan beberapa bulan saja sudah menyebar keseluruh dunia. Saat tulisan ini dibuat ada 215 negara yang terkena imbasnya luar biasa.

Selang beberapa saat dari kemunculannya dan menyebar keseleruh dunia, ditelinga mualai terdengar berbagai macam teori akan kemunculan dan sumber awal covid 19.
Ada yang mengatakan dari laboratorium di Wuhan ada yang mengatakan dari Amerika ada yang mengatakan dari Israel. Ada yang mengatakan virus ini buatan ada juga yang mengatakan virus ini alami dari kelelawar. Namun dari info yang menurut saya paling kuat karena saling tuduh besar kemungkinan terjadinya itu dengan campur tangan manusia. Untuk membuyarkan.. entahlah...

Selang beberapa lama virus covid 19 menyebar di Wuhan dan menyebar di Asia termasuk Asia Tenggara. Di negeri tercinta ini sepertinya masih membuatnya sebagai lelucon. Yang paling aneh ada yang membuat lelucon dengan meme dan kata - kata virus covid 19 tidak akan masuk ke Indonesia karena takut dengan colera, diare, disentri, DBD, cacingan dan penyakit lainnya yang belum tuntas dinegeri ini. Ada juga yang mengatakan covid 19 tidak akan mengenai orang indonesia karena sudah kebal akibat seringnya mengkonsumsi gorengan campur plastik. ahh... pokoknya candaan januari pebruari awal tahun sungguh terlalu....

Pemerintahpun mengatakan diawal awal tahun paling tidak sampai bulan february belum ada yang terkena covid 19. Bahkan dibeberapa berita yang saya baca, pemerintah malaham mengundang orang - orang untuk berwisata dengan tujuan untuk menaikan penghasilan negera.

Diberita yang lainnya masih dalam suasana yang sama covid 19 makin menyebar dengan kondisi yang negara tetangga seperti Malaysia sudah terkena covid 19. Indonesia masih nol kasus dan terpaanpun datang. Negeri inipun mulai diragukan oleh dunia, apakah betul Indonesia masih belum terkena covid 19 ataukah Indonesia tidak bisa mengidentifikasi covid 19.
Serangan kepada pemerintahpun datang dari berbagai pihak, namun masih bisa ditepis. Mungkin saking tidak percayanya Tim WHO pun datang dan Alhamdulillah menurut WHO Indonesia sudah mampu.

Karena sayapun penasaran akhirnya saya ada diskusi dengan dokter disebuah perusahaan terkait Covid 19 ini, apakah betul Indonesia ini sudah bisa meng identifikasi covid 19 yang sedang menjalar keberbagai negeri didunia?

Waktu itu yang saya tangkap begini, covid 19 atau menurut beliau virus corona wuhan gejala awalnya sama dengan gejala flu pada umumnya yang membedakan saat ini hanyalah apakah orang tersebut dalam 14 hari sebelum gejala itu dari wuhan china atau tidak.

Dalam hati saya begeming namun tidak sampai terucap. Harusnya tidak begitu. Harus ada yang membedakan mana covid 19 mana bukan covid 19. Jika hanya seperti itu analisanya jangan - jangan betul kita belum bisa mengenali virus ini. Bisa bahaya dalam hati. Ah tapi apalah daya saya kurang paham juga maslah prosedur kedokteran.

Hingga akhirnya yang membuat saya kaget adalah kabar datang dari negeri Malaysia. Ini yang membuat tidak enak didengar. Info awal ternyata datang dari tetangga yang mengatakan orang yang datang dari Indonesia ternyata positif covid 19.

Setelah ada kabar seperti itu barulah kasus positif 1 dan 2 muncul. Luarbiasa ! ada apa ini?. Apakah betul indonesia ini tidak bisa mengidentifikasi covid 19?

Pertanyaan itupun mungkin tidak berasal dari saya saja. Mungkin 250 jt + lainyapun ingin bertanya.

Hingga saya mendengar informasi dalam sebuah chanel Youtube milik artis mantan pesulap (saya katakan mantan karena tidak pernah sulap lagi) yaitu Dedy Corbuzier.

oo ternyata tidak begitu digembor - gemborkan diawal masalah covid 19 ini ternyata supaya tidak panik. Karena katanya kalo panik bisa lebih berbahaya. Okeh.

Akhirnya saya mencoba memenuhi keingintahuan saya "kenapa seperti ini indonesia menanggapi covid 19, dengan kata lain seperti santuiiii" dengan sebuah jawaban mungkin karena supaya tidak panik.

Misalkan apakah betul di Indonesia belum ada kasus covid 19. Mungkin bisa jadi sudah ada tapi daripada panik bilang dulu tidak ada karena masih dalam kendali.

Adapun ketika mendapatkan info dari tetangga bahwa orang yang pernah ke negeri ini didapati positif di tetangga dan tidak berapa lama muncul juga kasus positifnya sebagai kasus pertama yang terkait orang yang berada di tempat tetangga tersebut tersebut, mungkin sudah dianggap masyarakat sudah siap dan ingin membuktikan Indonesia juga sudah bisa mendeteksi. Hanya tetep saja masih ada tanya besar dalam benak ini karena ada kecolongan orang tak terdetek. Apakah ada keteledoran dalam penanganan distribusi orang dari dan keluar negeri di negri ini ? Ah sudah lah sudah. Pokonya biar tidak panik.

Setelah kasus 1 dan 2 terdetek dari sinilah mulai muncul satu demi satu. Dari satu daerah ke daerah yang lainnya hingga mencakup seluruh propinsi yang ada di Indonesia ini. Kasus per mei ini sudah lebih dari 18 rb kasus. Luarbiasa...
Apakah data ini bisa salah?
emmmm.... Bisa jadi salah. Karena banyak sekali orang yang belum di tes. Orang indonesiakan kuat kuat. Soalnya sudah makan gorengan dengan plastik, krat telor dengan debu coberan, bakso dengan borax dan lain - lain.. Hadeh mudahn pada kuat....

Sejujurnya dalam menghadapi covid 19 ini, banyak hal yang ingin saya tanya dalam benak ini terkait penanganan di negeri ini.
Jika saya membaca berita terkadang antar pejabat tidak singkron. Entahlah kenapa bisa begini? Maunya tu bagaimana sih...

Satu penjabat mengadakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) pejabat lain membuka transfortasi umum. Mudik dilarang pulang kampung boleh. Memang ada penjelasannya. entahlah...
Ditengah gejolak pengangguran yang makin menjadi dinegeri ini karena covid 19 tenaga asing didatangkan.
Disaat curva kasus covid 19 masih tidak ada tanda - tanda penurunan disaat itu juga pelonggaran PSBB di gaungkan.
Disaat masyarakat #dirumahajah dan menjaga jarak bahkan tarawih jumatan juga kami hindari supaya memutus rantai covid 19. eh saat itu pula ada konser amal covid yang berkerumun.

Entahlah apa yang akan terjadi dengan covid 19 ini atau bukan covid 19 tapi dengan kita ini...

Entahlah.......

Mungkinkah pada akhirnya jalan yang ditempuh untuk menghadapi covid 19 itu adalah Herd Immunity secara cepat ?.

emmm...

Mudahan kita semua siap.......


#1

Comments