Kisah Awal Mula Anggota Baru Di Rumah

Alhamdulillah kami sekeluarga dianugrahi anggota baru, seorang bayi perempuan yang lahir untuk menghiasi keluarga kami. Pada tanggal 5 September jam 10:36, anak kami lahir Alhamdulilah. Proses lahir melalui oprasi sesar.

Singkat cerita awal mula anggota baru di rumah begini. 

Pada tanggal 3 september kami periksa USG. Menurut istri saya, gerakan janin didalam berkurang dari biasanya, dan setelah saya rasakanpun memang tidak sekuat dan sesering biasanya. Sesuai istruksi dokter pada waktu USG sebelumnya jika gerakan berkurang segera periksa.

Jadi sebelumnya, calon anak kami diperiksa dan dinyatakan oleh dokter lehernya terlilit tali pusar. Awalnya longgar, namun ada kehawatiran mengencang. Dan betul saja diusia kandungan 8 bulan lilitan tali pusar mengencang, ditandai dengan gerakan janin yang menjadi tidak aktif. Pada tanggal 3 september itulah, kami periksa kembali dan dokter melarang kami pulang dengan sepucuk surat rujukan.

Kamipun dirujuk kerumah sakit, dan akhirnya kami bermalam dirumah sakit, ada saya, istri dan 2 orang anak. 

Lengan istri berselang inpus, sedang kami biasa saja, hanya saja tidur rada kurang nyaman, maklum kondisi rumah sakit masih dalam kondisi covid, jadi serba terbatas. Alhmdulillah anak - anak yang ikut tidak apa - apa.

Ke esokan harinya yaitu hari sabtu, kami dikunjungi dokter yang merujuk istri, kemudian menginformasikan bahwa dari tadi malam sampai hari ini adalah masa observasi, mungkin besok kita putuskan. Sekarang ini Alhamdulillah kondisinya baik - baik saja.

Namun tidak menunggu esok hari, malam hari kami mendapatkan informasi bahwa besok hari minggu akan dilakukan oprasi sesar. Memang sebelumnya petugas memberikan gambaran antara sesar dan tidak sesar baik resoko ataupun keuntungannya. Namun melihat kondisi yang ada, dokter menyarankan sesar dan kamipun mengikuti saja. Yang terbaik saja.

Hari minggu pagipun tiba, anak - anak sudah dijemput oleh kaka ipar pada hari sabtu sore. Istripun bersiap untuk mejalani operasi. Dan ....... begini ceritanya..

--------<<<>>>>-------

Ada cerita menarik bagi saya menjelang lahirnya anak saya ini. Pertama setelah istri saya masuk beberapa lama keruang oprasi, kebetulan ada 3 calon ibu yang mau sesar. Waktu itu dalam hati saya merasa ko belum ada info lahiran sementara yang lain sepertinya sudah lahir. Dalam hatipun berkata, Ya Alloh selamatkan istri dan anak saya dan tunjukan jika anak dan istri baik - baik saja.

Selang beberapa detik dari gumam itu, sayapun berdiri dan oa...oa..oa... terdengar suara tangisan anak dari dalam. Seorang ibu yang juga menunggu bilang kepada saya, nah mas lahir dah anak sampean.....Alhamdulillah. Kenapa ibunya bisa bilang seperti itu, karena memang tiangal 1 anak lagi yang belum lahir, katanya sih urutan dioprasi terakhir. 

Tak lama berselang, seseorang keluar dan memanggil begini, keluarga Ibu Elista!. Saya berdiri dan kemudian maju. Orang tersebut meminta saya mengambilkan selimut dan teh hangat.

Tugas sederhana tersebut langsung saya lakukan, sayapun terharu dibuatnya. Masya Alloh Alhamdulillah

Lanjut dari tangisan itu sambil mengambil selimut dan teh hangat terpikir dalam benak, sebentar lagi mungkin bayi mungil akan keluar dari ruang oprasi, dibawa oleh petugas menuju ruang anak. Masih dalam hati, kalo keluarnya barengan yang mana ya anak saya. Ya Alloh tunjukan pada hamba....., gumam dalam hati. Tugas sederhanapun selesai.

Selang beberapa waktu 2 anakpun datang digendong bidan. Hati saya bertanya lagi, ya Alloh yang mana?.

Saat itu 2 bayipun berada dihadapanku. Ya Alloh yang mana anaku..... Tiba - tiba,....... masya Alloh ada satu bayi melirik - lirik padaku dan teringat lirikan kaka perempuannya. Dalam hatiku berkata, inilah anaku....

Ditengah ke kaguman tersebut bidan menyapa, bapak ayahnya bayi ibu Elista. Betul, jawab saya.

Ini pak bayinya, kata bidan. Masya Alloh seperti yang Alloh tunjukan.

Bapak ikut ke ruang anak, adzani di sana aja ya pak, kata bidannya. Tak begitu banyak jawab saya, hanya berkata, ia siap. Selanjutnya mengikuti saja.

Sesampainya diruangan sayapun mengadzaninya, tak terasa air mata bahagia, haru, mengalir. Sampai - sampai agak sulit mengucap lapaz adzan. Namun tetap saya lanjutkan. Masya Alloh.

Selesai mengadzani, saya diminta untuk megurus administrasi anak dan lain - lain. Sayapun lakukan dengan cepat. Dan akhirnya saya menunggu Istri saya keluar dari ruang oprasi.

Setelah beberapa lama menunggu sayapun diajak ke kamar untuk mengambil kasur husus untuk dibawakan kedepan ruang oprasi dan saypun mebawanya bersama dengan bidan. 

Setelah beberapa menit menunggu, istri saya pun keluar dan dibawa ke kamar. Dengan sagala rasanya, istri sayapun tetap bersyukur. Alhmdulillah. Mudahan segera pulih. aamiin.

Siang pertama setelah beberapa jam oprasi, saya menemani istri diruangan. Tampak diraut wajahnya berbagai rasa, mungkin bahagia, ada juga rasa perih, rasa panas bekas oprasi, ada juga rasa hawatir jika bekas oprasi terbuka. Semua rasa tercampur dan menjadi sebuah tanya yang kelaur dari bibir, dimana dedenya? Ada diruang anak, nanti diantar ke kekamar, kata saya.

Tampak rasa sakit mulai menyerang lebih kuat, karena efek bius mulai hilang. Setelah beberapa lama bidannya datang dan memberikan obat, mungkin obat anti nyeri dan lain - lain saya kurang hapal. Yang jelas, sepertinya rasa sakit mulai hilang. Alhmdulillah

Setelah beberapa lama seorang bayi mugilpun datang. Masya Alloh mungil, lucu. Alhamdulillah.

Dan itulah sepenggal kisah Kisah Awal Mula Anggota Baru Di Rumah. eh masih dirumah sakit sih. hehe..hee...

Inilah beberapa vidio atau vidio gabungan dari beberapa gambar yang berhasil diabadikan.


4 komentar untuk "Kisah Awal Mula Anggota Baru Di Rumah"

  1. Hehe, jadi ikut terharu saya Mang, begitu rupanya detik2 saat akan punya bayi, rasa campur aduk jadi satu, maklum saya masih jomblo 🤣

    Turut bahagia juga Mang, dan selamat. Semoga ibu dan bayinya serta semuanya dalam keadaan sehat wal afiat, amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. maksih doanya. dan semoga segera masnya tidak joblo lagi dan menjadi seorang suami. aamiin

      Hapus
  2. Selamat atas kelahiran bayinya mangs.... sehat selalu untuk mangs abdul sekeluarga...

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah sudah lahir dengan selamat anaknya ya kang Abdul, agak ngeri juga baca janinnya terlilit tali pusat, memang sebaiknya di operasi sesar ya kang.

    BalasHapus