Sekitar 2014 lalu saya membuat sebuah tulisan yang menurut nalar saya bisa menjadi sebuah solusi untuk kebangkitan Indonesia. Gaya banget tulisannya pakai kebangkitan Indonesia, lebay banget. Asli... hahah.... tapi tidak apa - apa, karena ternyata saat ini lebih dari 10 tahun kemudian negeri ini sedang menyusunnya. Meskipun konsep yang saat ini berjalan saya tidak tahu seperti apa. Tulisan saya dulu tahun 2014 judulnya cukup lugu yaitu Solusi Ketahanan Pangan Petani = PNS dibilang sok - so-an ngurusin pangan ya begitulah saya. Sok tahu.
Namun ketika melihat rencana pemerintah saat ini ternyata ada yang searah, meski tak sama tapi miriplah, kemiripannya yaitu pada petugas yang bertani digajih pemerintah.
Dari berita yang saya baca, saat ini ternyata pemerintah sedang menyusun tugas khusus bagi TNI untuk menjadi petani. Ini bagi saya luar biasa, artinya petani tidak akan mengeluh kekurangan uang karena sudah di gajih pemerintah. Namun, pasti ada namunnya mesti ada syaratnya. Apakah syaratnya?
Menyimak berita ke dua, yaitu tentang pembukaan lahan di area Papua. saya merasa sedih, takutnya tugas TNI menjadi petani hubungannya lebih ke Papua, lebih karena area yang akan digunakan untuk pengembangan pertanian adalah Papua atau gamblangnya pertanian atau perkebunan yang dikelola TNI adalah Papua. Saya benar - benar menjadi sedih jika ini ada hubungannya.
Mengapa?
Karena hutan kita yang masih luas akan segera hilang menjadi area pertanian atau perkebunan. Padahal jika sasarannya untuk perkebunan dan pertanian pangan, area yang sudah "dibuka" semenjak Indonesia merdeka saat ini masih kosong dan sangat banyak sekali. Asli silahkan lihat pakai google maps atau google eart atau aplikasi peta lainnya
Saya berikan contoh, Kalimantan selatan. Ada daerah namanya Batibati yang sangat luas sekali, dan setahu saya beberapatahun kebelakang jika musim kemarau langganan kebakaran karena lahannya kosong. Andaikan itu jadi lahan sawah ratusan hektar, bahkan jutaan hektar tidak perlu biaya untuk penebangan pohon. Udah tinggal urusan penanaman.
Ini contoh mapsnya
Jika ingin melihat - lihat silahkan buka linknya sendiri masih kosong ko daerah yang sudah tidak ada pohonnya Link Maps
Jika kita melihat dari peta tersebut areanya lumayan luas, sekitar 380 Km persegi. Ya kira kira 2 kali kota Bandung. Itu baru 1 titip gaes. Bisa dilihat di maps lah yang biayanya lebih murah tidak perlu menebang pohon dan tidak menambah kerusakan alam Indonesia dengan cara menebang hutan.
Pokonya banyak banget bekas bukaan lahan zaman dulu setelah kemerdekaan yang pura - pura dilupakan. Teknologi udah canggih gaes kita bisa melihat sendiri sebetulnya lahan mana yang bisa digunakan untuk menanam pangan tanpa harus merusak hutan yang masih lebat.
Intinya begini gaes mungkin agak tidak nyambung saya menjelaskan hal diatas, hanya saja saya jadi hawatir dua berita yang saya dapatkan yaitu TNI jadi petani dan pembukaan lahan pertanian di Papua ada hubungannya.
Jika ada hubungannya mending alihkan di area lain saja supaya hutan Papua tetap lestari.
Jadi balik lagi ke berita tugas TNI penjadi petani gaes. Rencana itu akan tetap mulya jika syarat sebagi berikut terpenuhi.
- Area pertanian adalah area yng sudah dibuka mulai puluhan tahun yang lalu. Jangan buka hutan baru. Jika perlu akan saya tunjukan dengan senang hati lahan kosong melompong yang tidak ada pohon hutan aslinya tidak ada manusianya yang menetap. Daripada jadi lahan tidur dan langganan kebakaran.
- Petani yang ada diarea lahan pertanian yang dikelola TNI harus diutamakan untuk penghasilannya.
- Tidak ada Korupsi dalam pengelolaannya

Posting Komentar untuk "Nyambung Sudah Ceritanya Ketika Menyimak Dua Berita Ini"