Angkutan Umum Daerah Saya Sepertinya Kurang Peminat

Tempat tinggal saya saat ini adalah sungai baru. Merupakan desa pemekaran dari desa Asam Asam.  Lebih tepatnya lagi saya tinggal di daerah sungai banta. Saya kurang begitu mencari informasi apa arti dari banta itu sendiri dan kenapa namanya sungai banta.

Saya sendiri lahir di bandung dan besar dibandung hanya saja semenjak bekerja saya langsung ditempatkan di tempat kerja saat ini.

Tidak sebentar saya berada di daerah tempat tinggal saat ini paling tidak sudah 12 tahun saya tinggal dan tentu saja bekerja pada tempat yang sama.

Ada beberapa hal yang saya amati salah satunya adalah alat trasfortasi umum. Bagi saya jika dibandingkan dengan Bandung,  maka transfortasi umum di daerah saya saat ini kurang diminati.

Paling tidak yang saya amati adalah transfotasi daerah saya menuju banjarmasin ataupun yang labih jauh lagi banjarmasin kotabaru.

Kebtulan kali ini saya menuju banjarmasin dari sungai banta menggunakan bus. Bus yang saya gunakan adalah bus jurusan banjarmasin -  kotabaru.  Jarak banjarmasin kotabaru adalah 300 km. Sedangkan jarak dari sungai banta ke banjarmasin sekitar 121 Km.

Pikir saya untuk bus yang memikiki jarak tempuh angkut sejauh itu tentu saja demi menutup biaya perjalanan dan margin harus penuh penumpangnya paling tidak setengahnya. Namun kali ini tidak,  bus hanya di isi 4 orang saja. Sungguh sangat memprihatinkan bisnis di bidang angkutan ini.

Ini foto yang saya ambil


Kosong bukan? 

Padahal perjalanan sudah melewati lebih dari setengahnya.  Memang bisa saja di jalan mungkin sudah banyak yang turun.  Namun ketika saya sampai di terminal kota pelaihari yang berjarak 55 km dari banjarmasin atau sekitar setengah perjalanan dari sungai banta terminal tersebut nampak sangat lengang tidak tampak seperti terminal di suatu kota. 

Berikut fotonya


Dibelakang mobil tersebut adalah gedung terminal namun tidak tampak mobil umum yang sedang antri atau penumpang yang sedang antri.  Sepi jika malam haripun ketika saya kebetulan mampir pedagang mainan mengisi terminal tersebut.

Sekitar 1 jam setengah dari pelaihari saya sampai diterminal pal 6 banjarmasin.  Begitupun saat sampai diterminal banjarmasin pal 6.  Tidak banyak penumpang yang antri. Nampaknya lebih banyak orang yang menawarkan tumpangannya ketimbang penumpang.
Begitupun yang saya amati dijalanan. Dijalanan lebih banyak mobil pribadi ketimbang mobil angkutan umum. Hal ini bisa di lihat dari plat yang berwarna hitam bukan kuning.

Jadi begitulah disini angkutan umum kurang begitu diminati.  Mungkin labih baik kredit speda motor atau mobil pribadi daripada menggunakan kendaraan umum.  Mungkin karena bisa lebih bebas atau mungkin supaya bisa lebih keren. Hahaha....

Begitulah di sini mungkin kendaraan umum beberapa waktu kedepan hanya tinggal kenangan.  Tidak mungkin rasanya bisa bertahan jika sekali jalan hanya berisi penumpang kurang dari 10% nya.

. .

Langganan Catatan Via Email Gratis:

12 Responses to "Angkutan Umum Daerah Saya Sepertinya Kurang Peminat"

  1. GImana mau naik angkutan umum, yang ada aja kondisinya gak terawat. Yang punya perusahaan bus juga seolah nutup mata, gak mau mengubah kondisi kendaraannya, biar masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. entahlah mas mana yg jadi penyebab dan mana yg jadi akibat. apakah pengelola yg ga bisa memperbaharui karn g ada penumpang atau g ada penumpang gara gara mobilnya jelek

      Hapus
  2. Bisa jadi geliat ekonominya kurang mantap. Sehingga mobilitas warganya kurang bersemangat. LEbih merasa enak dan nyaman di depan televisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi mas. perlu pengamatan lebih lanjut

      Hapus
  3. Keras memang ya kang kehidupan di jalan teh. Bikin ngelus dada, apalagi kalau geliat ekonomi sedang lesu-lesuya.
    Semoga angkutan umum bisa terus lestari, tentu ini perlu dukungan dari berbagai pihak

    BalasHapus
    Balasan
    1. harus cari cara baru mas. masyarakat sekarang senangnya gimana ya ikuti saja. mungkin yg sedang marak sekarang Online mungkin harus online juga

      Hapus
    2. Iya kang. saya juga pernah merantau ke Putussibau Kalimantan barat. Waktu di Sumedang gampang sekali kan dapatin angkot atau ojek. Lha di sana teu aya angkutan umum sama sekali...mesti jalan kaki kalau mau kemana2 hheu. Di situ sy belajar membiasakan diri

      Hapus
    3. ia bner ngarumahnya. kalo udah sering udah biasa saya juga begitu kang

      Hapus
  4. Wah lama lama bisa gulung tikar dong PO nya , penumpangnya seuprit gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia itu mas. kalo kaya gini terus saya yakin bajalan tutup

      Hapus
  5. mas itu kok busnya jelek banget ya, kelihatan banget dari kursi2nya. atau memang lagi apes aja dapat yang jelek?

    saya rasa kalau seandainya nyaman, bersih dan bagus, pasti banyak yang mau naik transportasi umum

    BalasHapus
    Balasan
    1. super jelek. cuman saya bingung jeleknya ini karena ga ada dana untuk memeperbaiki gara gara ga ada penumpang. atau ga ada penumpang gara gara jelek terus.

      Hapus