Hati-hati pada Ancaman Difteri

Difteri adalah penyakit berbahaya dan menular. Jika Anda mencurigai adanya penyakit ini pada diri atau kerabat, segera berobat ke dokter.

Difteri adalah penyakit yang cukup sering terjadi di negara beriklim tropis. Biasanya, penyakit ini menyerang ketika kondisi kebersihan lingkungan tidak dipelihara dengan baik dan kurangnya imunisasi. Orang-orang yang tinggal di permukiman padat pun berisiko tinggi terjangkit penyakit tersebut.

Kenali penyebab difteri

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini mampu menghasilkan racun yang merusak jaringan pada manusia, terutama pada hidung dan tenggorokan.

Penyebaran bakteri ini, menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari Klikdokter, sering terjadi melalui partikel udara. Meskipun jarang terjadi, tak menutup kemungkinan juga bakteri menyebar melalui benda-benda atau perabotan rumah tangga.

Pada beberapa kasus tertentu, Anda juga bisa tertular penyakit difteri bila bersentuhan dengan luka orang yang sudah terinfeksi. Dampak paling buruk penyakit difteri adalah kerusakan jantung, ginjal, dan sistem saraf.

Bahkan, sekitar 3 persen orang yang terkena difteri berisiko meninggal dunia. Angka ini bisa lebih tinggi bila difteri menyerang anak usia di bawah 15 tahun.

Apa gejalanya?

Difteri pada umumnya menyerang anak-anak, meski tak menutup kemungkinan juga menyerang orang dewasa. Tanda dan gejala penyakit ini biasanya terjadi setelah 2-5 hari setelah infeksi.

Gejala yang bisa terjadi antara lain sakit tenggorokan (nyeri menelan), pembengkakan kelenjar pada leher, kesulitan bernapas, demam, kulit kemerahan disertai pembengkakan, dan perasaan tidak nyaman.

Pada kasus tertentu, beberapa orang yang terinfeksi bakteri difteri hanya menyebabkan penyakit ringan, atau bahkan tidak bergejala. Penyakit ini tidak hanya bisa diobati dengan antibiotik, tetapi juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).

Difteri adalah penyakit berbahaya dan sangat mudah menular ke siapa saja. Jika Anda mencurigai adanya penyakit ini pada diri sendiri atau kerabat, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter untuk pengobatan lanjutan. Imunisasi DPT serta deteksi dini dan isolasi diri penderita merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit difteri.

4 Comments

  1. ni penyakit yang sekarang sepertinya sedang menjadi perbincagan ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas sedang banyak di bicarakan. makanya kita perlu waspada

      Hapus
  2. Duh bbrp bulan lalu saya terserang ini. sampe beberapa kali harus ke dokter. agak bingung jg terkena dari mana, karna orang rumah gak ada yang kena

    BalasHapus