IBX59802E20531DF Cara Penentuan HBA DMO - Catatan Abdul Semua Bisa Dicatat

Cara Penentuan HBA DMO

Cara Penentuan HBA DMO

Nampaknya peraturan mengenai Cara Penentuan HBA DMO sudah disosialisasikan.
Tanpa bertele - tele berikut resume yang bisa saya dapatkan Cara Penentuan HBA DMO.

Cara Penentuan HBA DMO


1. Harga Jual Batubara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum sebesar USD 70 per metrik ton Free On Board (FOB) Vessel .
didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0.8%, dan Ash 15%.

2. Dalam hal spesifikasi batubara berbeda dengan spesifikasi acuan dan HBA lebih dari atau sama dengan USD 70 per metrik ton,
Harga Jual Batubara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum dihitung menggunakan formula Harga Batubara  di bawah ini :

Menghitung HPB Marker No. 1-7 

HPB Marker(i) = (USD 70 * K(i) * A(i)) – (B(i) + U(i)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB Marker(i) = Harga Patokan Batubara [USD/ton]
b) K(i) = Nilai Kalor Batubara(i)/6.322 [fraksi]
c) A(i) = (100-Kandungan Air Batubara(i))/(100-8) [fraksi]
d) B(i) = (Kandungan Belerang Batubara(i)-0,8)* 4 [USD/ton]
e) U(i) = (Kandungan Abu Batubara(i)-15)* 0,4 [USD/ton]
f) (i) = price marker 1-7

Menghitung HPB Marker No. 8

HPB Marker(i) = (USD 70 * K(i) * A(i)) – (B(i) + U(i)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB Marker(i) = Harga Patokan Batubara [USD/ton]
b) K (i) = Nilai Kalor Batubara (i)/6.322 [fraksi]
c) A (i) = (100-Kandungan Air Batubara (i))/(100-8/FKA(i)) [fraksi]
d) FKA(i) = ((100-8)/(100-Kandungan Air Batubara(i)) * Kandungan Air  Batubara(i)+(100-8))/100 [persen]
e) B (i) = (Kandungan Belerang Batubara (i)- 0.8) * 4 [USD/ton]
f) U (i) = (Kandungan Abu Batubara (i)-15) * 0.4 [USD/ton]
g) (i) = price marker 8

Harga Patokan Batubara Lain No. 9-66

HPB (j) = {(HPB Marker (i) + (B (i) + U (i))) * (K(j) / K(i)) * [(100- Kandungan Air (j))/(100-Kandungan Air (i))] * [(100-8)/(100 – 8)]} – (B (j) + U (j)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB (j) = HPB batubara selain batubara Price Marker [USD/ton]
b) B (i) = (Kandungan Belerang Batubara (i)-0.8)* 4 [USD/ton]
c) U(i) = (Kandungan Abu Batubara (i)-15)* 0.4 [USD/ton]
d) B (j) = (Kandungan Belerang Batubara (j)-0.8)* 4 [USD/ton]
e) U (j) = (Kandungan Abu Batubara (j)-15) *0.4 [USD/ton]
f) K (j) / K (i) = Nilai Kalor Batubara (j) / Nilai Kalor Batubara(i) [fraksi]
g) (i) = price marker 1-7
h) (j) = batubara lain 9-66
i) HPB Marker (i) = HPB Marker pada Harga Batubara Acuan70 USD/ton

Harga Patokan Batubara Lain No. 67-77 (Batubara Kalori Rendah)

Bila TM < 40%

HPB (j) = {(HPB Marker (i) + (B (i) + U (i))) * (K(j) / K(i)) *[(100 – Kandungan Air (j))/(100 – Kandungan Air (i))]*[(100 – 8/FKA(i))/(100 – 8/FKA(j)]} –(B (j) + U (j)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB (j) = HPB batubara selain batubara Price Marker [USD/ton]
b) B (i) = (Kandungan Belerang Batubara(i) – 0.8) * 4 [USD/ton]
c) U (i) = (Kandungan Abu Batubara (i) – 15)* 0.4 [USD/ton]
d) B (j) = (Kandungan Belerang Batubara (j) –0.8) * 4 [USD/ton]
e) U (j) = (Kandungan Abu Batubara (j) – 15) *0.4 [USD/ton]
f) FKA(j) = ((((100- Kandungan Air Batubara(i))/(100 – Kandungan Air Batubara(j)))*Kandungan Air Batubara(j))+ (100 – Kandungan Air Batubara(i)))/100 [persen]
g) K (j) / K (i) = Nilai Kalor Batubara (j) / Nilai Kalor Batubara (i) [fraksi]
h) (i) = price marker 8
i) (j) = batubara lain 67-71
j) HPB Marker (i) = HPB Marker pada Harga Batubara Acuan 70 USD/ton

Bila TM ≥ 40%

HPB (j) = {(HPB Marker (i) + (B (i) + U (i))) * (K(j) / K(i)) *[(100 – Kandungan Air (j))/(100 – Kandungan Air (i)]* [(100 – 8/FKA(i))/(100 – 8/FKA(j)]} [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB (j) = HPB batubara selain batubara Price Marker [USD/ton]
b) FKA(j) = ((((100 - Kandungan Air Batubara(i))/ (100 - Kandungan Air Batubara(j))) *Kandungan Air Batubara(j))+ (100 – Kandungan Air Batubara(i)))/100 [persen]
c) K (j) / K (i) = Nilai Kalor Batubara (j) / Nilai Kalor Batubara (i) [fraksi]
d) (i) = price marker 8
e) (j) = batubara lain 72-77
f) HPB Marker (i) = HPB Marker pada Harga Batubara Acuan 70 USD/ton

3. Pemenuhan kewajiban iuran produksi/royalti oleh pemegang IUP Operasi Produksi Batubara, IUPK Produksi Batubara, PKP2B Tahap Operasi Produksi,
dihitung dengan formula tarif iuran produksi/royalti dikalikan volume penjualan dan dikalikan dengan Harga Jual sesuai ketentuan.

4. Dalam hal spesifikasi batubara berbeda dengan spesifikasi acuan dan HBA kurang dari USD 70 per metrik ton,
Harga Jual Batubara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum dihitung menggunakan formula Harga Batubara  yang tercantum dalam Lampiran II

Menghitung HPB Marker No. 1-7

HPB Marker(i) = (HBA * K(i) * A(i)) – (B(i) + U(i)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB Marker(i) = Harga Patokan Batubara [USD/ton]
b) K(i) = Nilai Kalor Batubara(i)/6322 [fraksi]
c) A(i) = (100 - Kandungan Air Batubara(i))/(100 [fraksi]
d) B(i) = (Kandungan Belerang Batubara(i) –0,8) * 4 [USD/ton]
e) U(i) = (Kandungan Abu Batubara(i) –15) * 0,4 [USD/ton]
f) (i) = price marker 1-7

Menghitung HPB Marker No. 8

HPB Marker(i) = (HBA * K(i) * A(i)) – (B(i) + U(i)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB Marker(i) = Harga Patokan Batubara [USD/ton]
b) K (i) = Nilai Kalor Batubara (i)/ 6322 [fraksi]
c) A (i) = (100 – Kandungan Air Batubara (i)) /(100 – 8/FKA(i)) [fraksi]
d) FKA(i) = ((100-8)/(100 – Kandungan AirBatubara(i))* Kandungan AirBatubara(i)+(100 – 8))/100 [persen]
e) B (i) = (Kandungan Belerang Batubara(i) – 0.8) * 4 [USD/ton]
f) U (i) = (Kandungan Abu Batubara (i)– 15) * 0.4 [USD/ton]
g) (i) = price marker 8

Harga Patokan Batubara Lain No. 9-66

HPB (j) = {(HPB Marker (i) + (B (i) + U (i)))* (K(j) / K(i)) *[(100–Kandungan Air (j))/(100 – Kandungan Air (i))]* [(100 – 8)/(100 – 8)]} – (B (j) + U (j)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB (j) = HPB batubara selain batubara Price Marker [USD/ton]
b) B (i) = (Kandungan Belerang Batubara (i)– 0.8) * 4 [USD/ton]
c) U (i) = (Kandungan Abu Batubara (i) –15) * 0.4 [USD/ton]
d) B (j) = (Kandungan Belerang Batubara (j)– 0.8) * 4 [USD/ton]
e) U (j) = (Kandungan Abu Batubara (j)– 15) * 0.4 [USD/ton]
f) K (j) / K (i) = Nilai Kalor Batubara (j) / Nilai Kalor Batubara [fraksi]
g) (i) = price marker 1 – 7
h) (j) = batubara lain 9 – 66

Harga Patokan Batubara Lain No. 67 – 77 (Batubara Kalori Rendah)

Bila TM < 40%

HPB (j) = {(HPB Marker (i) + (B (i) + U (i))) * (K(j) / K(i)) *[(100 – Kandungan Air (j))/(100 –KandunganAir (i))]* [(100 – 8/FKA(i))/(100 – 8/FKA(j))]} –(B (j) + U (j)) [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB (j) = HPB batubara selain batubaraPrice Marker [USD/ton]
b) B (i) = (Kandungan Belerang Batubara (i) –0.8) * 4 [USD/ton]
c) U (i) = (Kandungan Abu Batubara (i) – 15)* 0.4 [USD/ton]
d) B (j) = (Kandungan Belerang Batubara (j)– 0.8) * 4 [USD/ton]
e) U (j) = (Kandungan Abu Batubara (j)– 15) * 0.4 [USD/ton]
f) FKA(j) = ((((100- Kandungan Air Batubara(i))/– Kandungan Air Batubara(j)))*Kandungan Air Batubara(j))+ (100 –Kandungan Air Batubara(i)))/100 [persen]
g) K (j) / K (i) = Nilai Kalor Batubara (j) /Nilai Kalor Batubara (i) [fraksi]
h) (i) = price marker 8
i) (j) = batubara lain 67-71

Bila TM ≥ 40%

HPB (j) = {(HPB Marker (i) + (B (i) + U (i))) * (K(j) / K(i)) * [(100 – Kandungan Air (j))/
(100 – Kandungan Air (i))]* [(100 – 8/FKA(i))/(100 – 8/FKA(j)]} [USD/ton]

Keterangan:
a) HPB (j) = HPB batubara selain batubaraPrice Marker [USD/ton]
b) B (i) = (Kandungan Belerang Batubara (i) –0.8) * 4 [USD/ton]
c) U (i) = (Kandungan Abu Batubara (i) – 15)* 0.4 [USD/ton]
d) FKA(j) = ((((100- Kandungan Air Batubara(i))/– Kandungan Air Batubara(j)))*Kandungan Air Batubara(j))+ (100 –Kandungan Air Batubara(i)))/100 [persen]
e) K (j) / K (i) = Nilai Kalor Batubara (j) /Nilai Kalor Batubara (i) [fraksi]
f) (i) = price marker 8
g) (j) = batubara lain 67-71

5. Pemenuhan kewajiban iuran produksi/royalti oleh pemegang IUP Operasi Produksi Batubara, IUPK Produksi Batubara, PKP2B Tahap Operasi Produksi,
dihitung dengan formula tarif iuran produksi/royalti dikalikan volume penjualan dan dikalikan dengan Harga Patokan Batubara sesuai ketentuan.

6. IUP Operasi Produksi Batubara, IUPK Produksi Batubara, PKP2B Tahap Operasi Produksi  yang telah memenuhi persentase minimal penjualan batubara untuk kepentingan dalam negeri dan telah memenuhi ketentuan Harga Jual Batubara,
diberikan kenaikan jumlah produksi paling banyak 10% dari kapasitas produksi yang telah disetujui sesuai dengan ketentuan

7. Harga Jual Batubara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum mulai berlaku sampai dengan 31 Desember 2019 (Kepmen ESDM Nomor 1410 K/30/MEM/2018) dengan jumlah volume penjualan batubara paling banyak 100 (seratus) juta metrik ton per tahun.

8. Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, 12 Maret 2018 (Kepmen ESDM Nomor 1410 K/30/MEM/2018).

Catatan jika bingung dengan HPB Marker No. 1-7, 8, Harga Patokan Batubara Lain No. 9-66
Maksudnya bisa dilihat pada contoh postingan berikut ini HBA
Silahkan cek juga HBA Maret Pada link Berikut ini HBA Maret

Sumber - Sumber
http://humas.minerba.esdm.go.id/1520947834/SOSIALISASI-PERUBAHAN-PERATURAN-PERUNDANG-UNDANGAN-PERTAMBANGAN-MINERAL-DAN-BATUBARA

Subscribe to receive free email updates:

14 Responses to "Cara Penentuan HBA DMO"

  1. Tenaga listrik ternyata menggunakan batubara, saya jadi heran. Kok bisa ya, jadi penasaran alat mesinnya. Apakah tetap ada cerobong yang diatas itu? atau bagaimana ya?
    Menghitung HBA, kepala saya jadi pening sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas batubara befungsinya untuk mmanaskan air. nah air itu jadi uap tekanan tinggi yang muterin turbin. gitu mas kisahnya dan betul mas cerobongnya pasti tinggi mas buat buang asapnya.

      kalo udah ada aplikasinya gampang aja mas tinggal masukan saja

      Hapus
    2. minum madu campur jeruk nipis mas

      Hapus
  2. aduh aku gak paham mas hehe
    cuma dulu pernah sih nguji daya hantar listrik batu bara kayak bintumin sama ngukur kadar karbon, sulfur, dan fosfornya
    hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mas, saya juga , dibaca di ulang ulang masih saja kagak paham...

      Hapus
    2. ia mas itu beberapa analisa yang ada di batubara. nanti itu menjadi salah satu faktor dalam perhitungan

      Hapus
  3. sukses terus usaha batubaranya mang, saya bego kalau masalah hitung-hitungan mang

    BalasHapus
    Balasan
    1. maklum jurusan bahasa nggak belajar mm, ipa dan lainnya

      Hapus
    2. saya juga bingung mas. hehehe
      sekalian ngapalin di tulislah di sini :)

      Hapus
  4. lengkap, komplet, detil. jelas, ya Mas....
    sampai begitu jlimet uraiannya...ya ...


    sampai sampai plus minor, tanda kurung, tanda sama, strep A minor B minor ngikut semua.....

    begitulah Mas jika mendapati artikel yang memang bukan bidangnya, jadi kepalanya pada puyeng, ada juga tuh paling atas kepalanya pening

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha dikirain saya aja yang bingung. nulisnya aja ribet. itu aja pokonya

      Hapus
  5. ikut nyimak dulu ah mang...semoga makin sukses

    BalasHapus