Toga Yang Terpaksa Disimpan


Pengunaan toga apalagi pemindahan talinya dari kiri ke kenan adalah sesuatu yang di tunggu -  tunggu oleh seorang mahasiswa.  Begitupun saya. Pemakaian toga yang di tunggu selama 4 tahun harus ditunda karena alasan yang sangat penting.  Bukan karena tidak berhasil menyelesaikan tugas akhir tapi karena suatu tugas yang tidak bisa di tinggalkan. Berikut kisahnya.

Awal tahun 2018 merupakan ujung dari sebuah perjuangan selama 4 tahun menimba ilmu di suatu universitas dikalimantan selatan.
Suatu perjuangan yang dijalani sambil mendulang rizki mencari sesuap nasi pada suatu perusahaan jasa analisa yang akhirnya mencapai puncaknya.

Berbagai macam rintanganpun dilalui dengan penuh senyum meski penuh ketegangan.

Singkat kisah akhirnya tugas akhirpun alhamdulillah selesai dilaksanakan, predikat pun diraih dengan sangat memuaskan alhamdulillah.

Seperti pada umumnya mahasiswa, kegiatan akhir sekaligus perpisahan adalah adanya acara wisuda. Acara wisudapun sudah diberikan perkiraan waktunya yaitu oktober 2018. Segala persiapan dan danapun harus segera diselesaikan. Begitupun dengan saya. Apa yang di haruskan untuk dilaksanakan maka saya laksanakan tidak ada yang tertinggal satupun.

Hari demi hari berganti, nampaknya tidak ada yang perlu dirisaukan. Minggu demi minggu dilewati dengan penuh rencana siapa saja yang akan menjadi pendangping wisuda nanti selain istri termasuk akan menginap dimana dan akan menggunakan pakaian apa. Termasuk akan difoto dengan fose apa dan dengan siapa. hehehehe.... Akhirnya bulanpun berganti hingga sampailah pada bulan oktober.

Pada bulan oktober inilah ada kabar yang merubah rencana awal yang dibuat, yaitu keharusan training dari perusahaan.
Segala hal yang sudah direncanakan seperti rencana siapa saja yang akan mendapingi selain istri, pakaian apa yang akan dikenakan, hotel mana yang akan di sewa, fose seperti apa dan dengan siapa foto nanti buyar semuanya.

Padahal Rangkaian acara wisuda sudah diinfokan sebagai berikut :

Pengambilan toga 22-25 Oktober
Gladi Bersih Yudisium 24 Oktober
Yudisium 25 Oktober
Gladi Bersih Wisuda 26 Oktober
Wisuda 27 Oktober

Hampir bersamaan dengan info jadwal pasti Wisuda tersebut, sayapun mendapatkan info dari kantor harus training AISI yang dimulai dengan pembekalan tanggal 23 dan ujian akhir tanggal 26 dan diakhiri pulang tanggal 27 oktober.
Luar biasa.
Trainingpun tidak bisa ditolak karena sudah menjadi mandat dari atasan langsung dan suatu keharusan.

Akhirnya sayapun hanya bisa menyimak melalui postingan status Whastaap temen - temen yang sedang persiapan wisuda sementara saya sedang persiapan training. Semua kekuatan saya kerahkan untuk mengikuti training.

Meski bagaimanapun sesekali disela - sela persiapan training, sayapun bisa berkomentar dan sedikit memberikan tanggapan seolah saya bisa ikut. hahahahah...

Hingga sampailah pada pelaksanaan Yudisium. Seperti yang sudah diperkirakan, sayapun hanya bisa menyimak dari status dan postingan teman saja dan begitupun saat wisuda.

Teman - teman semuanya sepertinya bergembira sambil berfoto bersama. Tampak pada suatu posting vidio nama demi nama dipanggil dengan gelarnya masing - masing. Satu demi satu naik keatas panggung dan menerima sebuah buku. Wawww luar biasa..

Satu persatu pula mulai mengupload foto wisudanya diberbagai media sosial. Berbagai fose ditampilkan, berbagai pasanganpun disertakan. Yang tidak ketinggalan adalah topi toganya yang menjadi ciri khas yang tidak bisa dihilangkan.

Sementara disis lain dibelahn dunia lain, saya hanya bisa mengikuti apa yang ada dihadapan saya dengan penuh kekhusuan tanpa harus terganggu dengan toga yang tersimpan serta foto - foto yang berseliweran yang sengaja atapun tidak sengaja di lihat. Pokoknya saya harus khusu dengan training yang harus lulus.

Tiba - tiba dalam hati terbersit, toga biarlah engkau tersimpan begitu saja dalam lemari meski sayapun masih mempertanyakan akankah toga yang tersimpan itu akan terpakai?

Kapan? ! Wisuda dan Yudisium Sudah beres bosss........

Hehehehe.....

Sudahlah....


Nah begitulah kisah  Toga Yang Terpaksa Disimpan

Simak juga Kisah Lainnya Training AISI Yang Luar Biasa
. .

Langganan Catatan Via Email Gratis:

14 Responses to "Toga Yang Terpaksa Disimpan "

  1. Dan yang lebih penting dari itu adalah sudah mendapatkan sertifikat kelulusan. Kalau soal wisuda kan hanya sekedar seremonial saja. Kan bisa dipakai sendiri terus photo di tukang photo, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas alhamdulillah. nanti saya foto deh :)

      Hapus
  2. HAhaha yang penting selesai mas
    Nah apalah saya yang cuma tamatan smk mau ke univesitas gagal karena faktor ekonomi biasa curhat :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia sambil kerja juga saya mas. biar bisa cari biayanya. pokoknya
      maksa maksain. alhamdulillah beres.
      Semangat mas pasti ada cara

      Hapus
  3. Bersyukur ya mas bisa graduate juga..
    Aku cuman sampe semester 3 trus putus, waktu itu gak ada biaya.. sekarang udah ada tapi malah malas kuliah lagi, soalnya bener2 udah menikmati pekerjaan saat ini hhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba kanjutkan aja lagi mas. saya juga dr brapakali ngambil. males karna udah kerja. tapi sekarang saya berpikir kasian anak istri yg sudah disita waktu liburnya oleh saya.
      ambil lagi mas aja mas. itung - itung penyegaran

      Hapus
  4. Nggak masalah mas yang penting sudah lulus, ceremoni sih cuma buat rame rame aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas. alhamdulillah sudah lulus

      Hapus
  5. Ikut bahagia
    Mangs Abdul wisuda

    Selamat ya Mangs Abdul

    BalasHapus
  6. Manusia hanya bisa berencana ya mangs, Tuhan yang menentukan. Semoga ada hikmah baik dari semua kejadian ini. Yang sabar ya mangs…

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas terimakasih . ingsaAlloh ada hikmahnya.

      Hapus
  7. Balasan
    1. betul mas. biar bisa nyambil kerja.

      Hapus