Apakah Ketika Kita Mencium Hazar Aswad dan Melihat Kilauan Emas Adalah Tanda Kita Sudah Paling Benar?

Akhir - akhir ini ada sebuah cerita yang mengatakan dengan penuh rasa bangganya bahwa telah mencium hazard aswad dan ketika menciumnya melihat kilauan emas. 

Dari informasi cerita tersebut kemudian timbul pertanyaan apakah itu pertanda sebagai pentunjuk bahwa apa yang sudah dilakukan selama ini ditanah air sudah benar?

Mari kita cek apakah ada hubungannya mencium hazar aswad yang berkilau dengan hidup yang sudah benar?

Pertama

Mari kita cek apakah mencium hazar aswad dan melihat kilauan emas adalah petanda keberhasilan hidup?

Karena saat ini teknologi mudah, maka coba kita cek di google. Nanti kita akan cek juga dasarnya apa sehingga google memberi kesimpulannya.

Ayo cekidot

Berikut tangkapan layar mbah google. Nanti kita klik dasarnya kenapa google meyimpulkan begitu.


Kalo saya copas disini begini tulisannya

Melihat cahaya emas saat mencium Hajar Aswad secara spiritual sering dimaknai sebagai tanda kebaikan, ketenangan hati, atau pengalaman batin yang mendalam (spiritual glimpse). Namun, dalam ajaran Islam, tanda hidup yang sudah baik tidak diukur dari pengalaman penglihatan gaib atau visual saat ibadah, melainkan dari perubahan nyata setelahnya.

Berikut adalah poin-poin penting untuk dipahami secara bijak:

Makna Pengalaman Spiritual

Respons emosional: Menatap atau mencium Hajar Aswad sering memicu getaran batin yang sangat kuat.

Ketenangan jiwa: Cahaya tersebut bisa jadi bentuk visualisasi dari rasa damai dan khusyuk yang luar biasa.

Bukan penentu mutlak: Pengalaman visual tidak otomatis menjadi jaminan bahwa seluruh hidup atau ibadah seseorang pasti diterima.


Ukuran Hidup yang Baik dalam Islam

Perubahan akhlak: Indikator utama ibadah yang mabrur adalah menjadi pribadi yang lebih baik, jujur, dan penyayang setelah pulang dari Tanah Suci.

Konsistensi ibadah: Meningkatnya kualitas dan kuantitas salat serta amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan sesama manusia: Semakin bermanfaat bagi keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar.

Pembersihan hati: Hilangnya sifat sombong, iri, dengki, dan semakin ikhlas menerima ketentuan Allah.

Jadikan pengalaman indah tersebut sebagai motivasi dan pengingat untuk terus memperbaiki diri, bukan sebagai alasan untuk merasa cepat puas dengan kondisi spiritual saat ini.


Nah itu yang berhasil diresume oleh google. Sepertinya cukup jelas.

Kedua

Selanjutnya yang kedua adalah mari kita coba rujukan google itu apa saja. Mengapa google menyimpulkan seperti itu. Tinggal kita klik klik saja.

Emmm....
Ketika kita cermati pada tangkapan layar di atas tidak ada link rujukan dari google. Sepertinya google sudah yakin sekali jawabannya. Tapi kita tidak boleh cukup dengan informasi itu saja mari kita lihat Artikel dibawahnya apa yang bisa kita dapatkan.

Ada webnya Muslim.or.id Judul artikelnya Mencium Hajar Aswad Karena Mengikuti Tuntunan Nabi.

Tulisannya berisi tentang informasi sejarah Hajar Aswad darimana asalnya dan seperti apa kondisinya.
Dulunya batu dari surga warnanya putih dan dosa manusialah yang membuatnya hitam.

Ada satu keutamaan yang didapatkannya ketika mencium hajar aswad. 

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai hajar Aswad, “Demi Allah, Allah akan mengutus batu tersebut pada hari kiamat dan ia memiliki dua mata yang bisa melihat, memiliki lisan yang bisa berbicara dan akan menjadi saksi bagi siapa yang benar-benar menyentuhnya” (HR. Tirmidzi no. 961, Ibnu Majah no. 2944 dan Ahmad 1: 247. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan dan Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini)

Dari hadis tersebut tidak lantas mengatakan hajar aswad akan memberikan saksi bahwa yang menyentuhnya sudah berbuat baik seumur hidupnya dan dijamin masuk surga. Hanya saja harapannya mengapa orang bisa sampai ke tanah suci dan berada di kabah benar - benar sudah menjalankan ibadah dengan baik. Mudah - mudahan menjadi saksi pelengkap bahwa sudah sampai di kabah dengan niat ibadah karena Alloh mengikut Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya adalah alasan mengapa kita mencium Hajar Aswad

Dari uraian tulisan tersebut, alasan mengapa mencium hajar aswad adalah karena Sunah, karena Rosul menciumnya jadi kita megikutinya.

Bahkan ada sebuah hadist seperti ini.

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Lapadz lainnya seperti ini.

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Jadi alasan mengapa mencium hajar aswad adalah karena sunah. Harapan kita mengerjakan sunah adalah karena cinta kepada Alloh dan Kepada Rosululloh. Supaya kita di cintai Alloh dan mendapatkan ampunanNya.

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali ‘Imran:31)


Ok kita lanjut denga info berikutnya.
Selanjutnya

Ada yang berbagi di IG
Silahkan simak di bawah ini

Dari akun IG ini saya justru baru tahu ternyata hajar aswad itu saat ini hanya ada 8 potongan saja ya.  dalam tulisannya, silahkan bisa di baca diatas ya mengatakan begini "Delapan serpihan kecil itu kini direkatkan dengan bahan khusus dan dijaga oleh bingkai perak.
Setiap jamaah yang beruntung menyentuhnya, sesungguhnya sedang menyentuh sejarah, bukan sekadar batu."

Hal penting tetap berpesan seperti ini. "

Maka, ketika mencium Hajar Aswad, luruskan niatmu.
Bukan untuk meminta atau berharap dari batu,
tetapi untuk meneladani Rasulullah ﷺ — sebagai tanda cinta dan kepatuhan.

Umar bin Khattab r.a. pernah berkata di hadapan Hajar Aswad:

“Aku tahu engkau hanyalah batu. Engkau tidak bisa memberi manfaat atau mudarat.
Kalau bukan karena aku melihat Rasulullah ﷺ menciummu, aku tidak akan menciummu.”

Dan ketika saya menonton vidio dari IG tersebut memang saat melihat Hajar aswad ada warna ke- Emasan ya. Coba saja perhatikan mungkin ada pantulan dari sisi tertentu. Berikut tangkapan layarnya.
Jika memang seperti itu brarti memang bisa jadi terlihat pantulan warna emas tapi bukan hal yang mangandung petunjuk ini dan itu. Memang karena ada pantulan dari sudut tertentu saja. Wallohualam.

Nah mungkin segitu dulu saja yang bisa saya amati. Sisanya silahkan saja bisa lakukan penelitian sendiri. 

Kesimpulan

Berikut kesimpulan yang bisa saya tuliskan disini

Apakah Ketika Kita Mencium Hazar Aswad dan Melihat Kilauan Emas Adalah Tanda Kita Sudah Paling Benar?

Jawabanya tidak demikian.

Justru yang perlu diperhatikan adalah Mencium hajar aswad itu bukanlah tujuan, tapi melaksanakan sunah itulah yang perlu kita niatkan. Karena Rosululloh menciumnya maka atas dasar cinta pada Rosululloh kitapun menciumnya.

Demikian mudah - mudahan kita terhindar dari Syirik. aamiin

Posting Komentar untuk "Apakah Ketika Kita Mencium Hazar Aswad dan Melihat Kilauan Emas Adalah Tanda Kita Sudah Paling Benar?"