Ketika Pejabat Melihat (DTSEN) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Tahukah kita semua tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)  atau Pengelompokan Standar Desil Indonesia (DTSEN). Itu adalah standar baru yang dikeluarkan pemerintah terkait pengelompokan ekonomi nasional di Indonesia.

Jika belum tahu berikut sedikit informasinya.

Orang kaya orang miskin di bagi 10 katagori, masuk manakah anda?

Perhatikan data di bawah ini

standar ke kayaan desil

Jika menggunakan data ini, maka luar biasa orang kaya di Indonesia langsung meningkat pesat seketika ketika aturan ini diketuk. Bukan brarti benar - benar kaya tapi kalau ini acuannya siapa aja yang gajihnya sudah sesuai umk apalagi tambah lemburan dan lain - lain anda sepertinya sudah berada di tingkat kaya  bahkan mungkin sudah termasuk elit.

Tapi apakah benar hal tersebut menggambarkan kesejahteraan?

Sepertinya jauh panggang dari api.

Kebutuhan hidup untuk bisa makan bergizi 3 kali sehari dengan jumlah anak 2, brarti jumlah keluarga 4 orang dengan standar harga Indomaret rasanya sulit sekali. Mari kita hitung.

1. Sarapan 4 orang roti tawar 18.000 x 30 Rp 540.000. Susu segar Rp 22.000,- x 30 = Rp 660.000,-

2. Makan siang nasi padang 4 orang.  4 kali Rp 20.000 total Rp 80.000,- x 30 = Rp 2.400.000

3. Makan malam Nasi goreng 4 orang. 4 kali Rp 20.000 total Rp 80.000,-x 30 = Rp 2.400.000

4. Sabun batang 4 buah untuk 1 bulan Rp 24.000

5. Pasta gigi untuk 4 orang dalam 1 bulan Rp 32.000 

6. Sabun Cuci piring 1 bulan Rp 15.000

7. Sabun cuci baju 1 bulan Rp 39.000

8. Obak ketek 1 bulan 4 orang Rp 60.000

9. Listrik 1 bulan Rp 150.000

10. Air 1 bulan Rp 150.000

Ok segitu aja kayanyanyang pokok - pokok itu. Coba kita total 1 buan berapa?

Total dalam 1 bulan Rp 6.470.000 jika seperti ini sudah termasuk elit banget. Super elitss.

Biaya tertinggi dimakan tiap hari nasi padang tiap hari nasih goreng beli, susu.

Coba kita manipulasi dimakan ya.

1. Saya rasa orang Indonesia umumnya jarang susu dipagi hari ganti saja air galon ya. Kita kurangi biaya susu dari Rp 660.000 menjadi air galon isi ulang 1 bulan 10 galon kali Rp 5000 jadi Rp 50.000.

Biaya minum air galon isi ulang 1 bulan  Rp 50.000,-

2. Roti kayanya kita pakai gambaran roti saja ya, Tapi kayanya tidak kenyang roti tawar aja. Rp 540.000

Tapi biarkan saja biar hemat tiap pagi makan roti saja. Biaya Roti tetap saja tambahah sisa poin no 3 saja.

3. Makan siang kayanga kolesterol juga kalo nasi padang terus apalagi yang pakai santan.

Kita ganti saja makan siang dan makan malam dan sarapan masak ayam. Menunya dari siang sampai pagi sama. Kita kasih gambaran yang bagus ya atau ikan segar ya.

1 ekor ayam sekarang itu katakan 50 rb 4 orang habis 2 hari. Jadi 1 bulan perlu 15 ekor ayam. Total biaya 1 bulan untuk ayam Rp 750.000,-

Rasanya tidak mungkin dimakan metah ayam -ayam itu, perlu di goreng dan diksaih bumbu.

Kita hitung

Bumbu - bumbu untuk masak ayam Rp 25 rb kita gunakan setengah harga pokok yang dimasak kali 15 kali masak berarti 1 bulan Rp 375.000

Gas LPG 2 tabung melon untuk yang miskin, emm tapi kayanya ga boleh ya. Ok Brighgas 5 kg Rp 110.000

Selanjutnya dari poin no 4 sampai 10 rasanya itu standar banget sih atau mungkin kurang ya. Ga ada parfum. Yang penting tidak baulah meski tak harum.

Ok kita hitung berapa biayanya

Total sebulan setelah modifikasi makan siang dan makan malam pengeluaran 1 bulan Rp 2.185.000 anda sudah termasuk menengah atas gaes. 

Seperti itukah kenyataannya. hahahhaha........

Rasanya tidak tidak begitu.

Ok kita tambhakan kerena 2 anak udah SD pelu uang jajan eh sudah tidak perlu harusnya kan ada MBG. Tapi perlu naik ojek. Okelah perlu ojek 2 orang 10 rb/ orang kali 2, kali 1 bulannya 20 hari ya kan full day jadinya Rp 400.000,-

Total Rp 2.695.000

Catatan :

Istri kucel bin lusuh karena belum pake make up. hahahhaha..........

Plus tanpa kreditan motor, apalagi mobil atau rumah gaes.......

Tanpa biaya ngontrak..... kan semua numpamg di rumah nenek mungkin sudah 3 generasi ngumpul dirumah nenek.

Jika sudah seperti itu, selamat anda sudah termasuk desil mapan.

Jika anda ngontrak, kembali lagi anda berarti sudah termasuk desil kaya. Mantaps...!


Pejabat melihat ini begini ekspresinya, tuh kan rakyatku sudah pada mapan semua. Berhasil Gua.......!!!!!


Wkwkwkwkwk.......


Tolonglah anda mikir pak penghasilan anda 1 bulan berapa kali pengeluaran orang elit pada tabel desil diatas. Mungkin bapak itu elit pangkat 3 atau 4 nya pak.

Kasihanilah pak orang yang kaya apalagi yang dibawah kaya pak.

Minimal bapak itu amanah dan tidak KKN dalam bertugas. Kayanya cukup aja penghasilan bpk itu di minimal elit kali 2 atau 3 aja. Sisanya buat kami yang masih di bawah garis elit dalam bentuk kemudahan pekerjaan dan penghidupan. Jika pekerjaan lancar, kami enak bapak juga tidak akan bingung ngurusin kami.

Saya sedih juga sih melihat data desil ini. Contoh desil 6 pengasilan 1,6 jt - 1,8 seperti itu sudah dinilai mapan sosial ekonominya. Bisa sih makan tapi ya itu tidak punya rumah, mau beli atau kredit rumah mahal tak mungkin cukup uang segitu. Dipikirnya sudah punya rumah semua kali ya. Coba cek yang penghasilnya segitu dimana dia tinggal, berapa orang 1 ruangan isinya. Bagaiman bentuk rumahnya. Pantaskan dikatakan mapan sosial ekonomi?!

Oia katanya desil ini berdasarkan realive disetiap daerah yang diukur dan akan berubah tergantung penghasilan atau pengeluaran masyarakat di daerah yang di ukur. Jadi itu bisa dikatakan nilai rata - rata relative gitu ya. Bisa beda tiap daerah.

Melihat kenyataan seperti ini. Saya hanya menyadari 1 hal, bener - bener Indonesia itu masih dalam tingkatan miskin.

Yang pasti jurang kemiskinan dan yang benar - benar kaya makin jauh banget.

Bayangin saja. Masyarakat Indonesia, rakyat jelata Indonesia, warga +62, warga konoha yang penghasilannya 5 jt saja udah golongan elit. Padahal tidak ada 1 ujung upilnyapun dari penghasilan para pejabat. Dan pengasilan 5 jt itu rumahnya cicilan KPR masih nunggak 15 tahun bukan kaum elit yang rumanya di Menteng yang keluar masuk pakai Alfard dan pake pengawal.

Bukan pula elit di desil itu yang pipis di hotel bintang 7 sekali pipis bisa 6 jt. Bukan.!

Jika penggolongan desil ini menjadikan bangga para pejabat karena sudah tampak banyak yang kaya, sungguh tol#l banget mereka, asli tol#l.

Bukan penghasilan rakyatnya yang mereka tingkatkan demi terlihat kaya tapi teori dasarnya. Kacaw. ha..ha..ha..ha....

Batas miskinnya diturunkan ha..ha..ha....ha....

Bener - bener kacaw kuadrat mikirnya.......

Oia kalau orang normal ya. Misalkan standar mapan itu penghasilan 10 jt/bulan. Ya udah bagaimana caranya warganya itu bisa berpenghasilan 10 jt/ bulan. Udah itu saja fokusnya. 

Misalkan ciptakan lapangan kerja, buat pembangunan yang produktif supaya bisa menjadi lapangan pekerjaan dimasa mendatang. Pintarkan anak - anaknya biar bisa menjalankan pekerjaan masa depan yang direncanakan dan merawat yang ada. 

Ini malahan standar mapannya diturunkan. ha..ha..ha..




Posting Komentar untuk "Ketika Pejabat Melihat (DTSEN) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional"