Petualangan Bersepeda Lumpur Abis

Jika sebelumnya saya berpetualang menuju gunung biru bersama anak saya dan adik ipar, kali ini anggota petualangan bersepeda bertambah satu anak lagi yaitu Sauqi. Sauqi adalah tetangga kami. Kebetulan Doni adik ipar saya mengajaknya untuk berpetualang melanjutkan petualangan sebelumnya.

Rencana rute petualangan kali ini adalah danausungai biru yang indah. Setidaknya saya bersama istri pernah kesana untuk mancing, waktu itu ada danau/sungai biru indah. Apakah masih sama seperti waktu kami kesana atau sudah berubah. Mari kita buktikan.



Memulai Perjalanan

Seperti petualangan sebelumnya petualangan kali inipun di mulai setelah waktu subuh. Tidak lupa sebelumnya mengajak crew petualangan solat subuh dulu, baru setelahnya melakukan petualangan. Alam masih cukup gelap tapi enak untuk memulai perjalanan.

Sebelum lepas landas melakukan petualangan, persiapan seperti minum sudah disiapkan oleh Doni dan anak saya Iki.

Perjalanpun kami mulai. Doni posisi didepan kemudian Sauqi, Iki dan saya dibelakang.

Diperjalanan

Diperjalanan kami terus beriringan. Kostum kami memang bukan kostum asli yang siap berpetualangan, kostum kami adalah pakaian keseharian saja yang sangat ingin berpetualang meski kostum tidak sesuai dan bahkan sepedapun seadanya. Seperti sepeda saya bandanya sudah botak banget begitupun ban sepeda doni bahkan Sauqi menggunakan sepeda adiknya yang perempuan. ...:D

Dijalan terkadang Iki, Sauqi, Doni balapan. Jika jalan tampak cukup aman saya biarkan namun jika jalannya licin, turunan atau tidak rata saya langsung teriak dari belakang. "Jangan balapan santai saja." Meski tidak langsung, tapi akhirnya mereka mengikuti juga arahan saya. Alhamdulillah

Perjalanan berlanjut tiba - tiba sandai Sauqipun putus. Dan sandal putusnya sulit juga untuk diperbaiki karena tidak dalam prediksi sebelumnya. Andaikan kami bawa tali rapia sedikit saja, kami bisa sedikit memperbaikinya. Namun sama sekali kami tidak bawa dan julur - julur rerumputan dan pohonpun tidak ada yang bisa digunakan untuk tali.  Akhirnya Sauqi melanjutkan petulangan tanpa sandal. Namun demikian  saya suruh bawa saja sandalnya yang putus tersebut barang kali di jalan menemukan tali atau apa yang bisa digunakan unntuk memperbaiki sandalnya itu.

Perjalanan Sampai

Tidak terasa tujuan perjalanan hampir sampai. Jalanan yang kami lalui sepertinya tanah yang sebelumnya adalah lumpur yang saat kami lalui sudah mengeras. Hal ini tampak dari bekas kaki, ban sepeda motor, dan mungkin jejek - jejak mahluk lainnya yang tampak dijalan dan sudah agak keras. Saat kami melaluinya terjadilah perjalan petualangan yang cukup menantang untuk menghindari logakan atau tonjolan lumpur yang sudah mengeras.

Tidak beberapa lama dari jalanan yang sepertinya adalah lumpur yang sudah mengeras tersebut sampailah ditempat yang sebelumnya saya bersama istri kesana dan ada danau/sungai yang biru.

Ketika sampai, raut wajah Iki berubah dan berkata : " Sudah sampaikah pah?"
"Sudah." Jawab saya singkat
"Mana danaunya?" Tanya anak saya
"Sepertinya sudah berubah ki. he....." Jawab saya sambil mikir kemana danau dan sungai yang airnya jernih itu ya. Sungai masih ada tapi tidak seperti dulu. Saat ini kebanyakan semak dan rumput saja.
"Aduhh papah ini." Anak saya agak kecewa.

Karena nampaknya semua tidak begitu puas akhirnya saya keluarkan saja kata - kata pamungkas :
" kita foto - foto saja kalo begitu!".
"Okehhhh!!" Jawab semuanya








Manuju Tempat Lain

Setelah puas berfoto untuk mengobati rasa kecewa akhirnya saya mencoba mengajaknya kedanau lain yang tidak kalah indah. Danau yang kami temukan saat petualangan pertama.

Saat perjalan dimulai saya memutuskan jalan yang lebih pendek supaya tidak begitu jauh perjalana, namun apa yang terjadi tantanganyapun bertambah jalan yang kami lalui ternyata lumpur abis.

Iki bahkan tidak bisa mengendarai sepedanya karena amblas. Namun justru inilah yang asik.
"Ressing" kata anak saya. hahahahaha....


Akhirnya karena hanya Doni saja yang nampaknya bisa membawa sepedenya sampai ujung. Iki dan Sauqi terpaksa harus dibantu untuk membawa sepedanya sampai ujung jalan lumpur.

Setelah kami melewati jalan lumpur jalanan tidak langsung enak dilalui. Gundukan lumpur yang sudah mengeras dan masih lembek serta jebakan rumput masih harus kita lalui dengan penuh semangat.

Majuuuuuu!!!!!!

Setelah beberapa lama perjalanan akhirnya kami sampai pada sebuah danau yang pada petualangan sebelumnya pernah kami singgahi. Lebih tepatnya mungkin bukan danau tapi galian bekas tambang.

Kami tidak berani terlalu dekat karena khawatir terpeleset.

Selain itu kamipun sampai pada suatu tanjakan dan tidak lupa sambil istirahat berfoto - foto sebagai bukti kami sudah berpetuaalang bersama. :D



Setelah berfoto sambil istirahat minum, kami memutuskan untuk kembali. Sampai kembali dirumah tidak juga kami menemukan tali atau sejenisnya untuk mengikat sandal sauqi.
Sekian dulu kisah petualangan kami.
Mungkin masih nyambung.............. :D


. .

Langganan Catatan Via Email Gratis:

23 Responses to "Petualangan Bersepeda Lumpur Abis"

  1. Wah traknya becek gitu ya pasti penuh perjuangan melewatinya....nggak kebayang kalau tahu tahu ban nya bocor...dijamin gak ada tukang tambal ban deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas kalo bocor entahlah mungkin speda yg akan naiki saya

      Hapus
  2. jalannya mantep bener kalo buat roadrace pake sepeda hihihi, apalagi kalo pake motor itu mang. blm di aspal yah itu jlnnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas kalo pake motor rame banget. ia belum mas soalnya ini kebun sawit.

      Hapus
  3. Kok masih belum ya updatenya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas nih belum sempet lagi nulis dan bw

      Hapus
    2. saya setrap loh kalau kelamaan

      Hapus
    3. waduh kena strap nih. jewer

      Hapus
  4. melihat anak-anak bahagia walau penuh lumpur kita juga jadi senang mang ya. jangan takut kotor, karena dari lumpur bisa lahir jiwa petualang

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia bner. kren juga mas dr lumpur lahir jiwa petualangan. jadi sibolang

      Hapus
  5. Hati-hati gan, jalannya licin takut jatuh nanti malah mandi lumpur bukan mandi air

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah syarat jadi petualangan kena lumpur hehhe

      Hapus
  6. tentunya perjalanan ekstim seperti ini malah selalu diingat dan ingin mengulang lagi karena tantangannya gede ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia itu sekarang anak saya dan ipar ngajak terus tp belum sempat lagi berpetualang

      Hapus
  7. Asik banget ya, tapi nggak kebayang kalau aku gowes pake fijo (fixie ijo) pasti bakal nyelip dilumpur..haha

    Bagusnya sih ban sepedanya yang cukup besar ya, Mas. Petualangan ini pasti bakal membuat kangen suatu saat nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mas jadi kenangan khusua nih biar anak saya punya cerita ketemen temennya kalo main sama ayah rame. :)

      Hapus
  8. waw.. penuh dengan tantangan dan uji nyali ya mas,

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget silahkan bisa di coba di tempat lain

      Hapus
  9. Wah kalo saya yang bawa sepedanya pasti udah nyungsep, hahaha, treknya oke punya nih bagi yang suka petualang

    BalasHapus
    Balasan
    1. kali kali mas cari gaya gidup baru petualangannya ke area lumpur

      Hapus
  10. Dah yang penting bisa photo-photo. Asek sekali lewat jalan berlumpur, lumayan menguras tenaga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia apalagi spedanya sama orangnya harus di angkat. nguras banget

      Hapus