Catatan Covid 19 Bagian 2

Sebelumnya saya menuliskan catatan perihal covid 19. Perihal awal kemunculannya sampai banyaknya pelarangan kegiatan berbagai kegiatan umum. Simak di sini Catatan covid 19 Bagian 1

Nah pada catatan kali ini saya ingin mencatat apa saja yang terjadi setelah adanya banyak pembatasan.

Dimulai dengan kontropersi dari beberapa pejabat yang jutru seolah tidak melakukan jaga jarak, saling silang pendatnya antara perekonomian dan kesehatan dan akhirnya PSBB atau pembatasan sosial bersekala besar dari satu daerah ke daerah yang lainnya mulai dihilangkan. Tidak hanya itu bahkan berbagai tempat umum mulai dibuka kembali.

Kesehatan penting perekonomianpun penting. Begitu ujarnya.

Mall, tempat liburan, perkantoran, restoran, hotel, tempat kebugaran, salon dan lain - lain mulai dibuka tentu saja dengan syarat protokol kesehatan. 

Dengan demikian data poistiv covid tiap hari bukan berkurang justru malah makin bertambah, dan yang membuat jadi kurang wahnya perihal covid ini adalah kebijakan pengumuman harian kasus covid 19 dihilangkan meski data terus update setiap hari melalui situs web hanya saja pengumuman harian melalui converen mejadi ditiadakan.

Setiap hari masalah covid 19 sepertinya semakin dicuekan oleh sebagian masyarakat. Himbauan untuk penggunaan masker masih terus berjalan, namun kerumunan tidak bisa dihindarkan. Macet, antri di mall, antri di pembayaran dan lain - lain tidak bisa dihindarkan.

Semakin sulit untuk pencegahan penyebaran covid 19 ini.

Mudah - mudahan saja menjadi kebal akan virus ini. aamiin.

Disisi lain resepsi pernikahan mulai diadakan dengan syarat memenuhi protokol kesehatan. Namun kita juga harus tahu siapa yang bisa mengontrolnya. Dan entahlah...

Dari segi pemerintah berbagai kebijakan dibuat semisal bantuan dana langsung untuk warga yang tidak mampu sampai bantuan dana langsung untuk karyawan yang gajihnya di bawah 5 juta. Luarbiasa.

Meski menjadi catatan kecil bagi saya untuk bantuan karyawan dengan gajih dibawah 5 jt. Yaitu sebuah rasa tanya dalam dada. Kenapa orang yang sudah bergajih mendapatkan bantuan juga. Bukankah yang PHK, yang kerjanya semrawutan, atau orang yang belum kerja lebih memerlukan. Tapi sudahlah saya yakin pemerintah mungkin sudah mengkajinya.

Berbagai stimulus lainpun dijalankan supaya roda ekonomi berjalan dengan normal kembali. Mudah - mudahan saja berhasil.

Selain itu mudah - mudan keadaan begini menyadarkan kita semua supaya kita bangkit menjadi negera yang adidaya.



Comments