Jika Asliku Emang Jahat, Yaudah Aku Jadi Yang Palsu Saja

Sebuah kalimat yang ingin menantang sebuah kata - kata motivasi yang terlanjut menjadi sebuah kata bijak yang tidak bisa terhapuskan. "Yang terbaik adalah menjadi dirimu sendiri yang asli supaya kamu merdeka."

Namun ketika melihat, mengamati, relaitas yang ada apakah kalimat tersebut cocok untuk berbagai kondisi atau kalimat tersebut hanya untuk kondisi tertentu atau bahkan tidak cocok sama sekali untuk diterapkan.

Berikut secuil analisa yang saya coba rangkum.

Manusia makluk sosial yang artinya tidak bisa hidup sendirian dengan nyaman tanpa adanya orang lain. 

Kita perlu rumah dan perlu tukang atau sejenisnya untuk membuatnya. Kita perlu makanan dan tentu perlu orang lain yang mengadakannya sehingga hidup kita menjadi jauh lebih mudah.

Betul semua itu bisa sendiri, bangun rumah, buat makanan, namu pasti membutuhkan energi yang lebih banyak. Perlu orang lainlah supaya lebih nyaman menghadapinya.

Begitupun dalam bergaul atau bersosialisasi perlu adanya orang lain, entah itu online ataupun offline. Jika tidak ada maka bisa jadi kita tidak bisa berbicara karena tidak akan ada komunikasi yang terjadi.

Nah oleh karena itulah sangat perlu bagaimana kita bisa bersama, bersosialisasi, berkomunikasi dengan orang lain. Supaya hidup kita menjadi lebih baik, lebih mudah, lebih nyaman.

Tentu dalam kebersamaan itu supaya tetap bisa terjalin dengan baik dan benar dan menyenangkan harus ada yang namanya saling menghargai, saling menghormati dan sudah pasti ada saja yang harus dikorbankan oleh setiap anggotanya supaya tetap bisa bersama dan menyenangkan.

Nah sekarang barulah saya mencoba menyaambungkan, andaikan semua orang dalam sebuah kelompok tersebut berkata dan melaksanakan sebuah kalimat "Yang terbaik adalah menjadi dirimu sendiri yang asli supaya kamu merdeka." Pertanyaanya akankah ada yang namanya kebersamaan yang nyaman dan menyenangkan?

Ok misalkan ada 6 orang saja dalam kelompok tersebut setiap orang memiliki keinginan masing - masing. Kemudian mereka berkata "Yang terbaik adalah menjadi dirimu sendiri yang asli supaya kamu merdeka"

Menurutmu akankah ber 6 itu masih bersama?

Misalkan

1 orang ingin pergi ke gunung

1 orang nya lagi ingin mancing

1 orang nya lagi ingin tidur

1 orang terserah

1 orang ke pasar

1 orang lagi ingin catur

Menurutmu akankah mereka berenam bersama ketika menerapkan Yang terbaik adalah menjadi dirimu sendiri yang asli supaya kamu merdeka.

Saya yakin tidak akan bersama.

Lalu bagaimana jika mereka harus tetap bersama, satu - satunya cara mereka ber enam harus berkompromi. Semua akan berkorban, semua harus menghargai, semua harus menghormati. Mungkin akhirnya terjadilah kegiatan lain yang disepakati, nonton contohnya atau apapun itu. Atau mengikuti salah satunya tidur. Bisa jadi.

Hanya itu caranya. Kata - kata "Yang terbaik adalah menjadi dirimu sendiri yang asli supaya kamu merdeka", mungkin hanya cocok untuk yang sendirian saja yang sedang mempertahankan hidup dan matinya saja. Sementara yang berada dalam sebuah kelompok apapun itu namanya, nampaknya diri palsu kita atau diri kompromi kita harus lebih menonjol. 

Coba andaikan semua nggota kekeh dengan maunya sendiri atau kata orang Egois dengan keinginan masing - masing mungkin akan saling memberi cap jahat.

Kata yang ingin tidur jahat banget lu, aku ingin tidur malah diajak naik gunung tidak perhatiankah sama aku.

Kata yang ingin naik gunung. Jahat banget kamu, aku ingin naik gunung malah kau ajak kepasar buat beli ini itu.

Kata yang ingin ke pasar. Gila lo gua ngajak ke pasar lo malah tidur

Kata yang ingin mancing males gua catur mending mancing

Kata yang mau mancing males gue ke pasar mending mancing saja.

Terserah elu elu pade..........

Bubar aja lagi......

Nah maka dari itu ketika memang masih menganggap kelompok itu layak untuk dipertahankan, maka satu - satunya cara adalah jadi diri palsu diri yang kompromi, saling menghargai, saling menghormati, saling bertanggung jawab dan saling berkorban.

Namun ketika memang kelompok itu sudah tidak layak untuk dipertahankan, maka kalimat tadi "Yang terbaik adalah menjadi dirimu sendiri yang asli supaya kamu merdeka." harus ditegakan.

Namun yang menjadi masalah itu adalah kriteria "sudah tidak layak" itu yang perlu benar -benar dipastikan.

Jika memang sudah dipastikan tidak layak barulah tidak apa - apa kita jadi diri asli meski dikatakan jahat sama anggota yang lainnya.

Mungkin begitulah tulisan kali ini.

Selanjutnya mari kita coba bahas tentang layak atau tidak sebuah kelompk itu dipertahakan?

Selamat menunggu.....

Posting Komentar untuk "Jika Asliku Emang Jahat, Yaudah Aku Jadi Yang Palsu Saja"